Sejumlah Masa Gelar Aksi Minta KPK Usut Dugaan Korupsi di Kabupaten Melawi

AKURAT.CO Sejumlah massa aksi yang mengatasnamakan Masyarakat Daerah Anti Rasuah (Amarah) menggelar aksi di halaman Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (30/5/2024).
Massa aksi meminta KPK turun tangan mengusut dugaan korupsi di Pemerintahan Kabupaten Melawi.
"Pemerintahan Kabupaten Melawi sangat kacau dalam pengelolaan keuangan daerah dari defisit anggaran hingga banyaknya dugaan kongkalingkong proyek pemerintahan yang tidak beres," ujar Koordinator Aksi, Abdullah, Kamis (30/5/2024).
Abdul mengatakan, imbas dari ketidakberesan pengelolaan pemerintahan dan anggaran daerah bisa dilihat dari adanya defisit APBD Rp81 miliar pada tahun 2022.
Baca Juga: Presiden Federasi Atletik Internasional tak Jamin Olimpiade Paris Bersih dari Doping
"Hingga saat ini Melawi tak kunjung mengalami banyak kemajuan pascaotonom dari Kabupaten Sintang," katanya.
"Pemerintah Kabupaten Melawi juga menjadi sorotan terkait utang Rp97 miliar yang berimbas pada jalannya roda pemerintahan daerah. Selain itu, berbagai persoalan lain bermunculan di antaranya banyak berbagai laporan terkait dengan dugaan adanya proyek fiktif yang merugikan negara yang kami laporkan hari ini," tuturnya.
Abdullah berharap, KPK menindaklanjuti laporan dan bukti-bukti yang telah diberikan dan diterima langsung oleh bagian pengaduan masyarakat (dumas).
"KPK harus segera turun gunung menyelidiki berbagai dugaan korupsi dan penyelewengan tata pemerintahan di Kabupaten Melawi. Tangkap dan adili siapapun yang melakukan korupsi," tegasnya.
"Kami juga mengingatkan kepada seluruh pemerintahan daerah agar menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar-benar fokus memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat, bukan malah memperkaya diri sendiri dan golonganya," pungkas Abdullah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










