KPK Periksa 8 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Jual Beli Gas di PT. PGN
Oktaviani | 10 Juni 2024, 12:52 WIB

AKURAT.CO Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi terkait dugaan korupsi dalam transaksi jual beli gas antara PT. Perusahaan Gas Negara (PT. PGN) dan PT. Inti Alasindo Energi (PT. IAE) tahun 2017-2021.
Juru bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, pemeriksaan terhadap delapan saksi dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
"Pemeriksaan saksi Tindak pidana korupsi dalam Transaksi Jual Beli Gas antara PT. Perusahaan Gas Negara (PT. PGN) dan PT. Inti Alasindo Energi (PT. IAE) tahun 2017-2021, dilakukan di Gedung KPK Merah Putih," kata Tessa kepada wartawan, Senin (10/6/2024).
Baca Juga: Pendapatan PGN 2023 Tembus USD3,65 M
Adapun delapan saksi yang diperiksa yakni, Arso Sadewo selaku Komisaris Utama PT Inti Alasindo Energy; Bagas selaku Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN).
Kemudian, saksi atas nama Dilo Seno Widagdo selaku Direktur Infrastruktur & Teknologi Tahun 2016, dan Direktur Komersial PT Perusahaan Gas Negara Tahun 2019; Fadja Harianto Widodo selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT. PGN Tbk (2021 sampai dengan sekarang); Iswan Ibrahim selaku Direktur Utama PT. ISARGAS sejak tahun 2011 s.d. sekarang & Komisaris PT. IAE sejak tahun 2006 sampai Sekarang.
Selanjutnya, saksi atas nama Jobi Triananda Hasjim selaku Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara tahun 2017 - 2018 atau Direktur Utama PT Sucofindo tahun 2023 sampai sekarang; Octavianus Lede Mude Ragawino selaku Department Head Gas Supply Division PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA sejak tahun 2017 - 2020; dan Sunanto selaku Division Head, Government Community Relations, Pjs. Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN).
Diketahui, saat ini KPK sedang mengusut kasus dugaan korupsi di Perusahaan Gas Negara (PGN). Kasus ini sudah masuk ke dalam proses penyidikan.
Berdasarkan informasi dari KPK, kasus dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PGN tersebut berkaitan dengan kerugian keuangan negara. KPK sudah menerima laporan audit dengan tujuan tertentu dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Baca Juga: Pendapatan PGN 2023 Tembus USD3,65 M
Atas peningkatan kasus itu, KPK sudah menetapkan tersangka. KPK juga telah minta imigrasi mencegah Danny Praditya selaku Dirut PT Inalum sekaligus mantan Direktur Komersial PT PGN dan Iswan Ibrahim selaku Dirut PT ISARGAS bepergian ke luar negeri atas kasus tersebut.
Dalam.perkara ini pula, berdasarkan informasi terdapat beberapa perusahaan yang digeledah, antara lain PT Inti Alasindo Energi (PT IAE); PT. Isar Gas; dan PT. PGN. Sementara barang bukti itu di antaranya, dokumen transaksi jual beli gas hingga mutasi rekening bank.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






