KPK Dalami Kepemilikan Aset Tersangka TPPU Abdul Ghani Kasuba
Oktaviani | 16 Juli 2024, 15:01 WIB

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK merampungkan hasil pemeriksaan terhadap Komisaris PT Fajar Gemilang, Muhammad Thariq Kasuba, anak dari tersangka Gubernur Maluku Utara nonaktif Abdul Ghani Kasuba (AGK).
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Muhammad Thariq Kasuba berkaitan dengan aset-aset milik Tersangka AGK (Abdul Ghani Kasuba).
Selain terhadap Muhammad Thariq Kasuba, pemeriksaan yang sama juga dilakukan kepada Helmi Djen (Direktur Utama, PT Duta Halmahera Mineral dan Direktur Utama PT Berkarya Bersama Halmahera).
"Saksi Muhammad Thariq Kasuba dan Helmi Djen hadir memenuhi pemeriksaan penyidik. Keduanya didalami prihal kepemilikan Assets atas nama AGK dan Keluarganya," kata Tessa kepada wartawan, Selasa (16/7/2024).
Sementara itu, satu saksi lainnya yakni, Muhammad Matori (Direktur PT Sala Dipta Anargya) tidak memenuhi pemeriksaan dan meminta dijadwalkan ulang.
"Saksi minta penjadwalan ulang," kata Tessa.
Diketahui, setiap saksi yang dipanggil KPK, diduga mengetahui dan mengalami peristiwa tindak pidana.
Sebagai informasi, KPK kembali menetapkan eks Gubernur Malut AGK sebagai tersangka pencucian uang pada Rabu (8/5/2024). Bukti awalnya dugaan pencucian uangnya mencapai Rp100 miliar.
Pencucian uang itu dilakukan Abdul Gani dengan menyamarkan aset yang diperolehnya dari tindak pidana korupsi menggunakan nama orang lain.
Selain itu, KPK juga bakal menelusuri dan menyita aset-aset Abdul Gani Kasuba, yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.
KPK sebelumnya menetapkan Abdul Gani Kasuba sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan perizinan. Selain Abdul Gani Kasuba, KPK juga menjerat enam orang lainnya sebagai tersangka terkait kasus itu.
Ada pun keenam tersangka lainnya yakni, Kadis Perumahan dan Pemukiman Maluku Utara Adnan Hasanudin, Kadis PUPR Daud Ismail, dan Kepala BPPBJ Ridwan Arsan. Kemudian, Ramadhan Ibrahim yang merupakan ajudan Abdul Gani Kasuba, serta dua orang swasta bernama Stevi Thomas dan Kristian Wuisan.
Tim penyidik KPK telah merampungkan proses penyidikan kasus dugaan suap terkait proyek dan perizinan yang menjerat Abdul Gani Kasuba. Bahkan, tim jaksa KPK telah melimpahkan surat dakwaan dan berkas perkara Abdul Gani Kasuba ke Pengadilan Tipikor Ternate.
Dalam surat dakwaan, jaksa KPK mendakwa Abdul Gani menerima suap sebesar Rp5 miliar dan US$ 60.000 disertai penerimaan gratifikasi senilai Rp99,8 miliar dan US$30.000. Selanjutnya, tim jaksa KPK menunggu Pengadilan Tipikor Ternate menetapkan jadwal sidang perdana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








