Akurat
Pemprov Sumsel

Remaja Terduga Teroris di Malang Sudah Lama Putus Sekolah, Terpapar Daulah Islamiyah Sejak 2023

Dwana Muhfaqdilla | 5 Agustus 2024, 21:38 WIB
Remaja Terduga Teroris di Malang Sudah Lama Putus Sekolah, Terpapar Daulah Islamiyah Sejak 2023

 

AKURAT.CO Densus 88 Anti Teror mengungkap tersangka teroris, HOK (19) yang diamankan di Batu, Malang, Jawa Timur, telah lama tidak mengikuti pendidikan formal, dan lebih banyak mengikuti pendidikan informal.

Hal ini disampaikan oleh Jubir Densus 88, Kombes Aswin Siregar kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (5/8/2024).

"Dia memang pernah bersekolah di SDIT, kemudian setelah itu lebih banyak mengikuti pendidikan-pendidikan informal sampai dengan jenjang SMA," katanya.

Baca Juga: Densus 88 Amankan Orang Tua Tersangka Teroris HOK untuk Dimintai Keterangan

Dia menjelaskan, HOK mulai belajar tentang Daulah Islamiyah pada November 2023. Saat itu, HOK pertama kali berinteraksi pada sebuah grup media sosial yang membuat tersangka termotivasi untuk mendalami lebih lanjut mengenai organisasi teroris itu.

"Jadi prosesnya sangat cepat, itu pengaruh dari media sosial tersebut. Yang bersangkutan bergabung dengan salah satu grup, kemudian di grup tersebut terjadi interaksi antara tersangka dengan seseorang, kemudian yang bersangkutan ditawarkan untuk ikut lagi ke grup sosmed yang lebih spesifik," ungkapnya.

" Bahkan itu berbayar. Yang bersangkutan membayar dengan uang jajannya. Seperti aplikasi sosmed, kalau mau jadi member itu membayar. Kemudian masuk menjadi member," imbuh Aswin.

Pada grup tersebut, tersangka mendapat banyak sekali video-video yang terkait dengan propaganda Daulah Islamiyah yang termasuk ISIS, seperti video-video eksekusi, baiat, hingga video yang menjelaskan bagaimana tindakan-tindakan ISIS yang diklaim sesuai dengan syariat Islam.

"Jadi video-video ataupun konten-konten tersebut, didapat melalui sebuah grup sosial media. Karena yang bersangkutan masih penasaran, bergabung lagi ke dalam beberapa grup telegram kelompok-kelompok radikal yang lintas negara," jelasnya.

Baca Juga: Densus 88 Juga Amankan Orangtua dan Kerabat Terduga Teroris di Malang

Selain itu, dengan kemudahan penerjemah bahasa komunikasi di era sekarang, HOK juga bergabung dengan sebuah channel di sosial media yang berisi berbagai hal. Seperti penjelasan yang mengklaim bahwa pemerintah yang tidak menerapkan hukum Islam harus diperangi, demokrasi itu syirik, serta video dan teks baiat pada amir ISIS.

"(Selanjutnya) video-video latihan perang Daulah Islamiyah, kemudian tutorial cara menggunakan bahan-bahan peledak, seri-seri tauhid dalam versinya Daulah Islamiyah, kemudian beberapa musik atau lagu gitu yang berisi propaganda," tukasnya.

Selanjutnya, dalam kurun April-Mei 2024, HOK mulai membeli bahan-bahan yang dipersiapkan sebagai bahan peledak. Bahkan, tersangka sempat mencoba bahan peledak tersebut sehingga memicu terjadinya ledakan di rumahnya.

"Ini ditanya oleh keluarganya apa itu, dia bilang bahwa dia sedang main petasan di dalam kamar waktu itu," jelasnya.

Tak hanya itu, HOK juga sempat membuat beberapa varian bom seperti bom rompi, bom ikat pinggang, bom ransel, bom panci, dan sebagainya. Hanya saja, tersangka belum bisa membuatnya.

"Semuanya (proses HOK terpapar terorisme hingga ditangkap polisi) hanya dalam kurun waktu kurang lebih 6-7 bulan saja," tukas dia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.