Kasus Kematian Eky dan Vina, Pakar Psikologi Forensik Desak Polri Bongkar Fakta yang Disembunyikan

AKURAT.CO Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, mengungkapkan keprihatinannya terkait penanganan kasus tewasnya Eky dan Vina di Cirebon, yang hingga kini masih penuh dengan tanda tanya.
Ia membandingkan penanganan kasus ini dengan kasus serupa yang pernah melibatkan Ferdy Sambo pada tahun 2022.
Menurut Reza, Timsus bentukan Mabes Polri yang ditugasi mengeksaminasi peristiwa kematian Eky dan Vina seharusnya sudah menghasilkan temuan signifikan.
“Jika mengacu pada lini masa kasus Ferdy Sambo, di mana berkas perkara diterima Kejagung dalam waktu sekitar satu bulan lebih sejak pembentukan Timsus, seharusnya pada pekan kedua Agustus ini sudah ada pengumuman resmi terkait kasus Eky dan Vina, termasuk apakah ada unsur pembunuhan dan pemerkosaan," ujar Reza dikutip Minggu (11/8/2024).
Baca Juga: Gelar Gender Reveal, Terungkap Jenis Kelamin Bayi Kandungan Jessica Iskandar
Ia juga menyoroti kecepatan penanganan kasus Ferdy Sambo, yang berujung pada penonaktifan dan pemecatan Ferdy Sambo dalam kurun waktu kurang dari dua bulan setelah kasusnya mencuat.
Sebaliknya, Iptu Rudiana, yang diduga terlibat dalam kasus Cirebon, masih menjabat sebagai Kapolsek dan bahkan dinyatakan tidak melanggar etik oleh Mabes Polri.
“Hal ini semakin memperkuat ketidakjelasan dalam penanganan kasus ini," tegasnya.
Reza juga mengangkat isu tentang bukti ekstraksi data gawai Vina, Eky, dan delapan tersangka yang sekarang menjadi terpidana.
Berdasarkan dokumen yang beredar, terdapat komunikasi antara Vina dengan kedua temannya pada pukul 22:14:10, yang jika terbukti otentik, dapat mematahkan narasi bahwa Eky dan Vina mengalami kekerasan dan pembunuhan terencana oleh para terpidana.
Baca Juga: Selain Violet dan Vivian, Berikut Rekomendasi Nama Anak Perempuan Dimulai dengan Huruf V
Reza mempertanyakan mengapa Polda Jabar tidak menyertakan bukti penting tersebut dalam persidangan tahun 2016.
“Apakah bukti ekstraksi data ini benar adanya? Jika iya, mengapa tidak digunakan sebagai bukti di pengadilan? Sikap Polda Jabar ini bisa menjadi indikasi bahwa ada kesengajaan untuk menutup-nutupi bukti yang dapat meringankan bahkan membebaskan para terdakwa," paparnya.
Merespons situasi ini, Reza meminta Kapolri untuk mengambil langkah tegas.
“Kapolri perlu mengeluarkan perintah khusus kepada Propam, Itwasum, Bareskrim, Puslabfor, dan Divisi Hukum Mabes Polri untuk segera memastikan validitas bukti komunikasi elektronik tersebut. Jika terbukti benar, bukti ini bisa dijadikan novum untuk menggerakkan mekanisme peninjauan kembali," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya langkah korektif ini, mengingat delapan tahun kehidupan para terpidana yang terbuang sia-sia.
“Sekaranglah waktunya Polri melakukan langkah koreksi dengan melayani, melindungi, dan mengayomi kedelapan WNI yang mungkin tidak bersalah itu. Hukum harus ditegakkan dengan target membebaskan mereka," tutup Reza.
Artikel ini menunjukkan betapa pentingnya keadilan dan transparansi dalam penegakan hukum di Indonesia, terutama dalam kasus yang melibatkan tuduhan berat seperti yang menimpa Eky dan Vina.
Baca Juga: 130 Nama Anak Perempuan Dimulai dengan Huruf Y
Reza Indragiri Amriel mengajak semua pihak untuk terus mendorong pengungkapan kebenaran demi keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








