KPK Periksa Menas Erwin Djohansyah Terkait TPPU Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan

AKURAT.CO Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT. Wahana Adyawarna, Menas Erwin Djohansyah, Senin (12/8/2024).
Meski Erwin telah menyandang status tersangka dugaan suap kepada eks Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan, namun pada pemanggilan hari ini dirinya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK. Atas nama MED, Wiraswasta," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika.
Erwin telah ditetapkan sebagai tersang dalam pengembangan kasus suap Hasbi Hasan.
Baca Juga: Apa Itu Rupiah Digital yang Akan Diterbitkan Bank Indonesia? Ternyata Berbeda dengan Uang Elektronik
Dalam kasus suap ini Hasbi adalah penerima, sementara berperan sebagai pemberi suap ialah Erwin.
Kasus tersebut berbeda dengan suap pengurusan perkara Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana dan penerimaan gratifikasi.
Dalam perkara tersebut, Hasbi Hasan telah divonis hukuman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.
Dalam dakwaan Jaksa KPK terhadap Hasbi Hasan terdapat nama Menas Erwin Djohansyah sebagai pihak diduga pemberi gratifikasi.
Jaksa menyebut ada pemberian fasilitas dari Menas Erwin Djohansyah ke Hasbi Hasan, diduga ada kaitannya dengan pengurusan perkara di MA.
Baca Juga: Besok, Bareskrim Periksa Saka Tatal Soal Laporan Dugaan Keterangan Palsu Aep dan Dede
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








