Saka Tatal Penuhi Pemeriksaan Bareskrim Soal Dugaan Kesaksian Palsu Aep dan Dede

AKURAT.CO Mantan terpidana Kasus Vina, Saka Tatal, kembali diperiksa Bareskrim Polri terkait dugaan kesaksian palsu Aep dan Dede dalam pembunuhan Vina dan Eky.
Datang bersama kuasa hukumnya, Farhat Abbas, Titin Prialianti, serta Krisna Murti, Saka mengaku siap memberikan keterangan yang sebenarnya.
"Ya insyaallah Saka siap akan memberi keterangan sebenar-benarnya, dan tidak akan ada lagi yang ditutup-tutupi. Jadi insyallah Saka siap," kata Saka di Bareskrim Polri, Selasa (13/8/2024).
Bahkan, dia menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan kunci terkait kesaksian palsu Aep dan Dede. "Ya itu akan disampaikan (keterangan kunci). Salah satunya kan Saka enggak ada di situ. Saka juga enggak kenal Aep, Dede, enggak kenal sama sekali," jelasnya.
Baca Juga: Besok, Bareskrim Periksa Saka Tatal Soal Laporan Dugaan Keterangan Palsu Aep dan Dede
Dalam kesempatan yang sama, Titin Prialianti mengungkapkan bahwa pihaknya membawa barang bukti dalam satu koper. Dia juga menyoroti Dede dan Aep yang dianggapnya memberikan kesaksian palsu.
"Ini koper isinya bukan baju, ini berkas isinya. Ya sebetulnya kan Dede dan Aep kan seolah-olah melihat peristiwa, seolah-olah melihat terjadinya pelemparan," ungkap Titin.
"Sementara peristiwa itu tidak pernah ada menurut Dede. Karena dia juga tidak melakukan itu. Dia hanya diminta untuk membuat BAP, memberikan keterangan, padahal Dede tidak tau peristiwanya," imbuh dia.
Selain itu, Farhat Abbas mengungkap bahwa bukti-bukti tersebut termasuk dengan bukti telepon antara Vina dan temannya, Widi, sebelum kematian Vina terjadi.
"Artinya dengan ada bukti tersebut, kita bisa Pastikan bahwa tidak ada peristiwa di belakang showroom itu," tutup dia.
Diketahui, tim kuasa hukum tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon telah melaporkan Aep dan Dede ke Bareskrim Polri terkait dugaan pemberian keterangan palsu.
Saat ini laporan tersebut telah diterima dengan laporan polisi nomor: LP/B/227/VII/2024/SPKT Bareskrim Polri tanggal 10 Juli 2024 atas nama pelapor Roely Panggabean sebagai kuasa hukum tujuh terpidana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








