Kasus Suap dan TPPU Abdul Gani Kasuba, KPK Telusuri Peran Inisial S Lewat Muhaimin Syarif

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami keterlibatan mantan Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara, Muhaimin Syarif, dalam kasus suap dan TPPU mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK).
Selain Muhaimin, KPK juga menelusuri peran Direktur PT. SM, berinisial S, dalam kasus ini.
"Perkara AGK ini melibatkan MS (Muhaimin Syarif) yang diduga memiliki peran kunci. Kami juga mendalami kemungkinan keterlibatan S melalui MS dalam kasus ini," ujar Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Baca Juga: Tiga Belas Tahun Bersama Satria Muda, Ini Alasan Arki Dikania Wisnu Hengkang ke Dewa United Banten
Asep menjelaskan, penyidik sedang mendalami peran Muhaimin Syarif, apakah ia bertindak atas perintah S untuk memberikan suap kepada Abdul Gani Kasuba atau hanya berperan sebagai perantara.
"MS ini sedang kita telusuri lebih lanjut, apakah dia ditugaskan untuk menyuap AGK atau hanya berperan sebagai broker," kata Asep.
Asep menambahkan, KPK akan memastikan apakah benar inisial S berupaya menyuap AGK melalui Muhaimin Syarif.
"Diduga penyuapan memang dilakukan melalui MS dan peran MS bersama pihak-pihak lain yang terlibat sedang kami dalami," imbuh Asep.
Sebelumnya, inisial S telah diperiksa di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (1/3/2024) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Abdul Gani Kasuba.
Baca Juga: Arki Dikania Wisnu Jadi Rekrutan Pertama Dewa United Banten untuk Arungi IBL 2025
Ia sempat mangkir dari panggilan penyidik KPK pada 29 Januari dan 20 Februari 2024.
Usai pemeriksaan, S menyatakan bahwa proses berjalan lancar.
"Saya hadir memenuhi panggilan KPK, dan Alhamdulillah semua berjalan lancar," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









