Belum Ditahan, Hasto Tinggalkan Markas KPK Usai Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto telah selesai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Senin (13/1/2025).
Hasto menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsu (KPK), selama kurang lebih 3,5 jam. Anak buah Megawati tidak ditahan dan langsung diperbolehkan pulang pada pukul 13.45 WIB.
Penasihat hukum Hasto Kristiyanto, Maqdir Ismail menyebut kliennya dicecar penyidik terkait dua perkara, yakni kasus suap pengurusan Anggota DPR RI di KPU, dan kasus merintangi penyidikan buronan KPK, Harun Masiku.
Baca Juga: Tenang dan Banyak Senyum di KPK, Hasto Kristiyanto Sedang Tutupi Kegelisahan
"Kami hanya menyampaikan Pak Hasto diperiksa untuk dua perkara, yaitu perkara suap dan perkara menghalangi penyidikan," kata Maqdir di gedung KPK, Jakarta.
Terkait pemeriksaan lanjutan, Maqdir menegaskan hal tersebut tergantung kebutuhan tim penyidik. "Pemeriksaan selanjutnya akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dari pihak penyidik," imbuhnya.
Sebagai informasi, Hasto hari ini memenuhi panggilan pemeriksaan KPK setelah sebelumnya mangkir dari panggilan pada 6 Januari 2025 lalu. Saat itu, Hasto bersurat KPK meminta izin untuk menjalani pemeriksaan setelah HUT PDIP tanggal 10 Januari 2025.
Sebelumnya KPK menetapkan Hasto sebagai tersangka atas dua kasus dugaan korupsi. Yakni kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR periode 2019-2024 dan kasus perintangan penyidikannya.
Dalam kasus suap, Hasto bersama Harun Masiku dan orang kepercayaannya Donny Tri Istiqomah, diduga memberikan suap kepada Wahyu Setiawan. KPK menemukan bukti bahwa sebagian uang yang digunakan untuk menyuap Wahyu berasal dari Hasto.
Baca Juga: Tiba di KPK, Hasto Kristiyanto Janji Berikan Keterangan Sebaik-baiknya
Sementara itu, dalam kasus perintangan penyidikan, Hasto disebut memerintahkan seseorang untuk menghubungi Harun Masiku. Harun diperintahkan Hasto agar merendam handpone dalam air dan melarikan diri.
Sebelum diperiksa KPK terkait kasus Harun Masiku, Hasto juga disebut memerintahkan stafnya. Staf yersebut bernama Kusnadi untuk menenggelamkan handponenya agar tidak ditemukan penyidik.
Selain itu, Hasto juga diduga mengumpulkan sejumlah saksi terkait kasus Harun Masiku. Hasto diduga mengarahkan mereka agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








