Pelapor Punya Bukti Kuat Dugaan Empat Kasus Rasuah Jampidsus Febrie Adriansyah

AKURAT.CO Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kembali dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 10 Maret 2025.
Tak tanggung-tanggung, kali ini Febrie dilaporkan atas empat kasus sekaligus.
Empat laporan itu yakni kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan atau korupsi dalam penyidikan korupsi PT Jiwasraya, perkara suap Ronald Tannur dengan terdakwa Zarof Ricar, korupsi tata kelola tambang batu bara di Kalimantan Timur serta dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Koordinator Koalisi Sipil Selamatkan Tambang (KSST), Ronald Loblobly, memastikan sudah mengantongi bukti dugaan rasuah Febrie.
Baca Juga: Jampidsus Febrie Adriansyah Dilaporkan ke KPK atas Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Ia menyebut tidak akan berani melaporkan seseorang tanpa memiliki bukti-bukti kuat.
"Ya (punya bukti kuat). Tempo hari kan saat di DPR, yang bersangkutan sempat membantah bahwa lelang aset tambang dalam kasus Jiwasraya dilakukan oleh PPA. Karena bantahannnya, kami sampaikan tiga kasus dugaan lainnya," jelas Ronald, kepada wartawan, Rabu (12/3/2025).
Ronald menyebut, sebelumnya pihaknya sudah melaporkan dugaan penyalahgunaan dalam penanganan kasus Jiwasraya.
Namun, karena Febri sempat membantah, maka pihaknya menyampaikan tiga laporan penyelahgunaan penanganan kasus korupsi lainnya ke KPK.
Baca Juga: Ahok Senang Jika Diperiksa Soal Kasus Korupsi Pertamina, Ini Kata Jampidsus
Menurutnya, tiga kasus tambahan ini sengaja dilaporkan untuk menjelaskan urgensi agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Jadi, tiga kasus lainnya itu adalah penekanan bahwa apa yang kami laporkan di awal bukanlah sebuah dugaan tanpa dasar. Tapi juga merupakan behavior dari terlapor dalam kewenangan jabatannya dalam penanganan kasus korupsi," kata Ronald.
Ia meyakini pimpinan KPK saat ini akan mengusut tuntas laporannya.
Terbukti, KPK di era kepemimpinan Setyo Budiyanto mampu mengungkap kasus-kasus yang melibatkan orang besar di Indonesia.
"Progres masih sama seperti yang lalu. Makanya kami remind dan tambahkan laporan baru ke setiap komisioner agar dapat menjadi atensi dan ada progresnya," tegas Ronald.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







