LPSK Harus Ambil Langkah Proaktif Kawal Kasus Kematian Diplomat Kemlu

AKURAT.CO Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) diminta untuk mengambil langkah proaktif, dalam mengawal kasus meninggalnya salah satu diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, mengatakan atensi masyarakat terhadap kasus ini cukup tinggi, lantaran muncul sejumlah indikasi kejanggalan yang hingga kini masih terus didalami oleh pihak kepolisian.
Selain itu, perhatian publik juga tertuju pada latar belakang pekerjaan almarhum dan kasus-kasus sensitif yang pernah ia tangani sebagai diplomat.
Baca Juga: Puan Minta Penegak Hukum Usut Kebenaran dari Kasus Kematian Diplomat Kemlu
"Kita tentu menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan oleh pihak berwenang. Namun, dalam konteks perlindungan terhadap para saksi, LPSK harus bergerak lebih awal dan aktif," ujar dia, Minggu (20/7/2025).
Menurutnya, potensi adanya saksi kunci dalam kasus ini sangat mungkin, dan mereka bisa saja menghadapi tekanan atau ancaman tertentu. Maka kehadiran LPSK menjadi sangat penting, untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para saksi dalam memberikan keterangan.
Baca Juga: CCTV Rekam Detik-detik Sebelum Diplomat Kemlu Arya Daru Ditemukan Tewas
"Jangan sampai ada pembiaran. Bila ada saksi yang memiliki informasi penting terkait kematian diplomat tersebut, mereka harus diberi perlindungan maksimal. LPSK tidak boleh menunggu permintaan, tapi bisa jemput bola dalam situasi tertentu yang mengandung potensi ancaman," ucapnya.
Dia pun mengajak publik untuk terus mengawal kasus ini secara kritis namun tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Dia berharap pengungkapan kasus ini dapat dilakukan secara transparan dan tuntas, agar tidak menimbulkan spekulasi liar yang dapat merusak citra lembaga maupun merugikan pihak-pihak tertentu.
"Kita percaya pada kerja aparat penegak hukum, tetapi dalam sistem hukum yang sehat, perlindungan terhadap saksi adalah bagian penting dari keadilan itu sendiri," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







