Komisi Kejaksaan Soroti agar Penanganan Dugaan Korupsi dalam Kerja Sama PLN Batubara Lebih Transparan

AKURAT.CO Komisi Kejaksaan kembali menyoroti penanganan kasus oleh Kejaksaan Tinggi Jakarta terkait dugaan korupsi dalam kerja sama investasi antara PT PLN Batubara Investasi dengan PT Atlas Resources Tbk.
Komisioner Komisi Kejaksaan, Nurokhman, mengatakan, perlu adanya keterbukaan informasi ke publik tentang bagaimana kasus ini berjalan.
Namun, dirinya yakin jaksa punya strategi khusus dalam penanganan sebuah perkara.
Baca Juga: Catatan Komisi Kejaksaan Atas Public Trust Kejaksaan
"Saya setuju kalau perlu adanya keterbukaan informasi, tapi kita yakin penanganan kasus tersebut terus berjalan. Dan dalam membangun konstruksi hukum yang kokoh penyidik punya strategi agar penanganan perkara itu efektif," jelasnya, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Dalam perjalanannya, pada tahun 2018 PT PLN Batubara Investasi (PLNBBI) menandatangani kontrak kerja sama dengan Direktur Utama PT Atlas Resources Tbk. (ARII), Andre Abdi, terkait akusisi saham anak usaha PT Atlas Resource Tbk. yakni PT Banyan Koalindo Lestari (BKL), PT Musi Mitra Jaya dan PT Sriwijaya Bara Logistik (SBL).
Namun, dalam laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebanyak tujuh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa mengalami kekurangan pasokan akibat tidak diterapkannya Good Coorporate Governance oleh anak usaha PT Atlas Resources Tbk. sehingga berpotensi merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.
Baca Juga: Kejati Jakarta Diduga Sembunyikan Anak Mantan Eselon I Kejagung dalam Kasus Tilap Barang Bukti
Melihat hal tersebut, pada 2023, Kejati Jakarta telah memanggil Direktur PT Atlas Resources Tbk., Joko Kus Sulistyoko, untuk dimintai keterangan terkait akuisisi tersebut.
Namun, hingga detik ini belum ada kelanjutan apa pun terkait penanganan perkara.
Sebelumnya, Kasi Penkum Kejati Jakarta, Herlangga Wisnu Murdianto, menyatakan bahwa semua masukan, termasuk dari Komisi Kejaksaan, ditampung dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








