Pertama dalam 25 Tahun! Astronot ISS Dievakuasi Darurat karena Kondisi Medis

AKURAT.CO Empat astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) terpaksa dipulangkan lebih awal setelah salah satu dari mereka mengalami kondisi medis serius. Keputusan ini membuat misi tersebut menjadi yang pertama dalam 25 tahun sejarah ISS yang dipersingkat karena masalah kesehatan kru. NASA memastikan kondisi astronot yang sakit saat ini stabil, namun agensi antariksa AS itu memilih mengambil langkah aman dengan memulangkan seluruh awak.
NASA tidak mengungkap identitas astronot maupun jenis penyakit yang dialami, dengan alasan kerahasiaan medis. Kepala medis NASA, Dr. James Polk, menyatakan bahwa keputusan ini diambil dengan prinsip kehati-hatian. Insiden ini menandai momen langka dalam operasional ISS, mengingat selama ini berbagai masalah kesehatan astronot masih bisa ditangani dari orbit. Kasus astronot ISS dipulangkan lebih awal ini langsung menjadi perhatian dunia antariksa internasional.
Keempat astronot tersebut meninggalkan ISS menggunakan wahana Dragon Endeavour dan berhasil lepas landas dari stasiun sekitar pukul 22.20 waktu Inggris. Pendaratan di Samudra Pasifik, lepas pantai California, ditargetkan berlangsung Kamis pagi. Awak misi terdiri dari dua astronot Amerika Serikat, Mike Fincke dan Zena Cardman, kosmonaut Rusia Oleg Platonov, serta astronot Jepang Kimiya Yui. Mereka sebelumnya dijadwalkan tinggal di ISS selama enam bulan.
Menurut NASA, ISS sebenarnya dilengkapi lebih dari 190 jenis obat-obatan serta peralatan medis canggih seperti mesin USG, defibrillator, dan perlengkapan terapi infus. Namun, kondisi darurat ini membuat rencana spacewalk pertama tahun 2026 harus dibatalkan. Cardman dan Fincke sedianya akan melakukan aktivitas luar wahana untuk persiapan pemasangan panel surya baru. Kejadian ini kembali menegaskan bahwa meski berteknologi tinggi, risiko kesehatan tetap menjadi tantangan utama misi luar angkasa, termasuk saat astronot ISS dipulangkan lebih awal.
Sementara itu, tiga astronot lainnya tetap berada di ISS untuk melanjutkan misi. Mereka adalah Chris Williams dari NASA serta Sergei Mikaev dan Sergei Kud-Sverchkov dari Rusia, yang baru tiba pada November dan dijadwalkan kembali ke Bumi pertengahan tahun ini. NASA sendiri berencana memensiunkan ISS pada 2030 atau 2031, dengan rencana menjatuhkannya ke Samudra Pasifik dan menggantinya dengan stasiun luar angkasa komersial di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal


