Akurat
Pemprov Sumsel

Waspadai Modus Penipuan Berkedok Promo Besar-besaran

Redaksi Akurat | 7 Maret 2026, 09:29 WIB
Waspadai Modus Penipuan Berkedok Promo Besar-besaran
Kewaspadaan menjadi kunci agar tidak menjadi korban penipuan berkedok promo besar-besaran. (Ilustrasi/Net)

AKURAT.CO Menjelang hari raya keagamaan seperti Idulfitri biasanya banyak yang menawarkan diskon harga menggiurkan. Masyarakat disuguhi beragam produk dengan promo besar-besaran.

Sehingga banyak yang tertarik untuk membelinya dalam rangka mempersiapkan diri menyambut hari besar.

Namun, di balik euforia tersebut, risiko penipuan atau scam justru meningkat signifikan. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan tingginya aktivitas transaksi digital dan kondisi psikologis masyarakat yang cenderung terburu-buru.

Karena itu, kewaspadaan menjadi kunci agar tetap aman dan tenang.

Situasi ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menyamar sebagai pihak resmi, membuat penawaran yang terlihat menggiurkan, hingga menciptakan rasa panik agar calon korban segera mengambil keputusan tanpa berpikir panjang.

Baca Juga: Kenali File APK Beserta Modus Penipuannya

Jenis Penipuan Berkedok Promo Besar-besaran yang Marak Terjadi

1. Situs Belanja Online Palsu (Fake Online Shop)

Penipu membuat situs web atau akun media sosial tiruan yang sangat mirip dengan merek terkenal (situs belanja, toko elektronik).

Dengan modus menawarkan diskon tidak masuk akal (missal Harga iPhone hanya Rp1 juta).

Modus ini bertujuan untuk mencuri data kartu kredit/debit atau uang transfer, namun barang tidak pernah dikirim.

2. Phishing Berkedok Hadiah dan Voucher (Smishing/Whatsapp Scam)

Pesan palsu yang dikirim melalui Whatsapp, SMS atau email yang mengatasnamakan brand tepercaya (misal Tokopedia, BCA, Bea Cukai).

Dengan modus memberitahukan bahwa Anda menang undian, poin reward, atau voucher belanja besar.

Tujuannya meminta korban membuka link palsu (phishing) untuk mencuri data perbankan (PIN, OTP) atau meminta korban mengaktifkan fitur pembayaran tertentu.

3. Giveaway Palsu Mengatasnamakan Tokoh/Artis

Menggunakan nama publik figur atau influencer terkenal (contoh giveaway Baim Wong) untuk membangun kepercayaan.

Dengan modus iklan di Facebook/Instagram yang meminta korban membayar "biaya administrasi" atau "biaya pengiriman" agar hadiah bisa dikirim.

4. Iklan Diskon Palsu di Medsos (Editan)

Pelaku mengedit foto/video tokoh terkenal sedang mempromosikan diskon besar.

Dengan modus Menampilkan testimoni palsu berbahasa baku dari akun-akun tanpa aktivitas (bot).

5. Penipuan Bea Cukai Belanja Online

Penipuan ini menargetkan orang yang sedang berbelanja online dari luar negeri.

Dengan modus penipu mengirim pesan (biasanya Whatsapp) yang mengaku dari Bea Cukai, meminta pembayaran pajak atas barang hadiah atau belanjaan yang "tertahan" padahal ini adalah surat tagihan palsu.

6. Penipuan Segitiga (Triangle Scam)

Modus ini melibatkan tiga pihak yakni penipu, penjual asli dan pembeli atau korban.

Penipu memasang iklan barang murah (misal: tiket pesawat) namun sebenarnya dia tidak memiliki barang tersebut. Saat ada korban yang membeli, penipu menyuruh korban transfer ke rekening penjual asli dan menggunakan bukti transfer tersebut untuk mendapatkan barang dari penjual asli, sementara uang korban hangus.

Baca Juga: Waspada Penipuan Hadiah dari Luar Negeri, Modus Lama yang Masih Banyak Memakan Korban

Laporan: Marta Anunciata Wea/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK