Akurat
Pemprov Sumsel

Komisi III DPR Ingatkan Bahaya AI, Polisi Harus Terus Update Soal Kasus Andrie Yunus

Putri Dinda Permata Sari | 16 Maret 2026, 23:57 WIB
Komisi III DPR Ingatkan Bahaya AI, Polisi Harus Terus Update Soal Kasus Andrie Yunus
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

AKURAT.CO Komisi III DPR RI mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati menyikapi beredarnya foto-foto yang diduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus, yang belakangan disebut merupakan hasil kecerdasan buatan (AI).

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengatakan penyebaran gambar yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kebingungan bahkan risiko konflik sosial di tengah masyarakat.

"Iya, saya pikir bisa bahaya ya AI ini apabila kita biarkan, bahkan kita ikut menyebarkan, karena bisa membingungkan masyarakat. Yang saya khawatir bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, ada orang yang mirip begitu kan digebukin ramai-ramai nanti kan," katanya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Baca Juga: DPR Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Dia mengaku sempat mengira gambar tersebut asli, sebelum mendapatkan klarifikasi dari pihak kepolisian. Karena itu dia meminta Polri, khususnya jajaran Humas, lebih responsif dalam memberikan klarifikasi atas informasi yang beredar di ruang publik.

"Jadi saya minta Polri khususnya bidang Humas untuk secara gencar meng-counter lalu menjelaskan kepada publik setiap perkembangan informasi yang tidak tepat," kata Habiburokhman.

Baca Juga: Komisi III DPR Buka Opsi Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Andrie Yunus

Dia menilai, antusiasme masyarakat untuk membantu pengungkapan pelaku merupakan hal positif, namun harus diiringi kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, buka suara terkait wajah pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, viral di media sosial. Dia menegaskan gambar tersebut berupa artificial intelligence (Al) dan menyesatkan.

"Kami juga menyampaikan bahwa ada perkembangan di lapangan, termasuk di medsos, adanya foto hasil screenshot CCTV dua orang yang tergambarkan. Kita yakini bahwa itu merupakan hasil dari Al, dan ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan," kata Budi, Senin (16/3/2026).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.