Akurat
Pemprov Sumsel

Ketua Komisi III Anggap Wajar Polisi dan TNI Beda Inisial Tersangka Penyerangan Andrie Yunus

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 20 Maret 2026, 14:21 WIB
Ketua Komisi III Anggap Wajar Polisi dan TNI Beda Inisial Tersangka Penyerangan Andrie Yunus
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman

AKURAT.CO Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai perbedaan penyebutan inisial tersangka kasus penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus, tak akan mengaburkan identitas pelaku.

Sebelumnya, Pusat Polisi Militer TNI dan Polda Metro Jaya masing-masing merilis inisial tersangka penyiraman air keras terhadap Andrie. Inisial para tersangka yang drilis kepolisian dan TNI sangat berbeda. Bahkan, Puspom TNI sudah lebih dulu menahan empat tersangka yang merupakan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Habiburokhman menyatakan proses penanganan kasus masih berjalan. Perbedaan inisial merupakan hal yang lazim dalam penyebutan identitas seseorang. Ia juga menyatakan bahwa penelusuran kasus ini masih terus berjalan.

“Ya, ini masih berjalan ya. Kalau inisial kan misalnya namanya Muhammad Udin, ada yang menyatakan MU, ada yang MUDN, macam-macam pilihan huruf yang menjadi inisial,” kata petinggi Partai Gerindra ini kepada wartawan, Jumat (20/3/2026).

Dia berharap publik tidak terfokus pada perbedaan inisial, karena fakta-fakta yang telah disampaikan penyidik sudah cukup jelas untuk mengarah pada identitas pelaku.

“Jadi, kalau tadi dari fakta-fakta yang disampaikan di Polda Metro sampai ke wajah pun sudah sangat jelas. Saya pikir tidak ada ruang bagi siapapun untuk tidak menyimpulkan identitas yang sebenarnya pelakunya,” jelasnya.

Guna memastikan pengawasan terhadap proses hukum, Komisi III DPR RI akan membentuk panitia kerja (Panja) kasus penyerangan air keras atas Andrie Yunus.

“Karena ini masih jalan makanya kami bentuk panja, nanti kami kontrolnya dengan panja,” tuturnya.

Pihaknya akan terus mengawal proses penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut melalui panja, dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum.

Beda Inisial Tersangka

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026) menyebut empat anggota BAIS TNI yang terlibat berpangkat kapten, letnan satu (lettu) dan Sersan Dua.

"Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES," kata Yusri.

Sementara itu, di hari sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkap dua orang berinisial BHC dan MAK menjadi eksekutor atau yang menyiram air keras ke tubuh Andrie.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.