Staf PBNU Mangkir, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait kuota haji untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024.
Pemeriksaan sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa (21/4/2026) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Saksi yang dipanggil adalah Syaiful Bahri, yang diketahui merupakan staf PBNU. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik.
“Saksi tidak hadir. Penyidik akan mengoordinasikan penjadwalan berikutnya,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Pemanggilan saksi ini merupakan bagian dari upaya KPK melengkapi alat bukti sekaligus memperjelas konstruksi perkara dugaan korupsi kuota haji yang tengah diusut.
Sebelumnya, KPK menyatakan akan memeriksa sejumlah pihak yang dianggap mengetahui proses penentuan kuota, distribusi tambahan kuota haji, hingga dugaan aliran dana dalam perkara tersebut.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan beberapa tersangka, di antaranya mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.
Baca Juga: Atasi Banjir Bandung, Dedi Mulyadi Dorong Pembangunan Danau dan Benahi Tata Ruang
Selain itu, dua pihak swasta juga turut dijerat, yakni Ismail Adhan selaku Direktur Operasional Maktour Travel dan Asrul Azis Taba, mantan Ketua Umum Kesthuri.
Mereka diduga memperoleh keuntungan tidak sah dari pembagian kuota tambahan haji periode 2023–2024.
KPK menegaskan, saksi yang tidak hadir berpeluang dipanggil kembali sesuai kebutuhan penyidikan.
Lembaga antirasuah itu juga memastikan pengusutan perkara ini masih terus dikembangkan, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









