Serap Aspirasi Orang Tua Korban, Menteri PPPA Kawal Tuntas Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, bertemu dengan para orang tua korban kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta.
Pertemuan yang berlangsung dalam rapat koordinasi di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Kota Yogyakarta, itu untuk mendengarkan kebutuhan, harapan serta masukan dari keluarga korban, terkait penanganan kasus.
"Saya datang ke Yogyakarta dengan satu tujuan, bagaimana kita bersama-sama melihat kasus yang terjadi di Yogyakarta yang sedang menjadi perhatian publik. Kami memastikan seluruh proses berjalan secara adil, transparan dan berpihak pada korban. Kasus daycare yang tidak berjalan sesuai standar pengasuhan dan perlindungan anak harus menjadi perhatian serius, agar tidak kembali terulang di masa mendatang," jelas Menteri PPPA, dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Ia mengatakan, dalam rakor tersebut, para orang tua korban menyampaikan tiga hal utama yang dibutuhkan, yaitu penegakan hukum transparan, pendampingan yang utuh dan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
Aspirasi tersebut menjadi catatan penting dalam upaya pemerintah memberikan perlindungan maksimal bagi korban.
Baca Juga: Kasus Daycare Little Aresha, Komisi X: Negara Harus Hadir Jamin Perlindungan Anak!
Menteri PPPA menyebut catatan yang disampaikan para orang tua korban telah menjadi bagian dari agenda Pemerintah Kota Yogyakarta. Menurutnya, tuntutan tersebut sejalan dengan langkah yang tengah disiapkan pemerintah daerah, sehingga proses pengawalan kasus dapat dilakukan bersama-sama secara terintegrasi.
"Sesungguhnya apa yang diinginkan oleh orang tua itu sudah menjadi catatan dan sudah menjadi agenda dari pemerintah kota. Artinya ini nyambung, tinggal nanti prosesnya kita kawal bersama-sama," ujarnya.
Menurut Menteri PPPA, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat, termasuk dalam penyusunan regulasi, perizinan, serta pengawasan terhadap penyelenggaraan daycare.
Ia berharap kasus di Yogyakarta menjadi momentum evaluasi nasional. Agar seluruh daycare di Indonesia dapat memenuhi standar layanan dan perlindungan anak, serta tidak menimbulkan persoalan serupa di kemudian hari.
"Pemerintah Kota Yogyakarta telah bergerak cepat dengan melakukan asesmen terhadap korban, baik anak maupun orang tua, sejak hari pertama kasus mencuat. Langkah tersebut penting agar penanganan tidak hanya fokus pada proses hukum tetapi juga pemulihan psikologis korban dan keluarganya. Ke depan, pemerintah pusat dan daerah akan terus memperkuat regulasi, perizinan serta pengawasan terhadap penyelenggaraan daycare, agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Kami berharap Yogyakarta dapat menjadi titik awal evaluasi nasional untuk memastikan seluruh daycare di Indonesia memenuhi standar perlindungan anak secara optimal," terang Menteri PPPA.
Baca Juga: Kecam Kasus Little Aresha, Puan Minta Tiap Kantor Ada Fasilitas Daycare untuk Pegawai
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat tata kelola daycare melalui upaya edukasi, pengawasan serta pembenahan regulasi. Sebagai bentuk dukungan terhadap langkah Menteri PPPA dalam menangani kasus dugaan kekerasan terhadap anak.
"Kami mengikuti arahan ibu menteri untuk memperkuat koordinasi di daerah, baik dalam langkah-langkah yang bersifat darurat maupun upaya lanjutan yang perlu dipantau bersama. Arahan yang telah disampaikan akan segera kami jalankan, termasuk pelaksanaan regulasi yang ada. Kami juga memastikan tuntutan para orang tua korban menjadi perhatian serius, tidak hanya terkait pemulihan anak tetapi juga pendampingan bagi orang tua. Termasuk berbagai persoalan lain seperti pekerjaan dan kondisi sosial mereka," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri PPPA juga mengikuti konferensi pers bersama jajaran Kepolisian, Pemkot Yogyakarta, DPRD, Kejaksaan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan respons cepat dan kolaboratif dalam menangani kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha sejak hari pertama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








