KPK Perkuat Bukti Kasus Korupsi Kuota Haji, Hilman Latief Berpotensi Terseret

AKURAT.CO Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, memastikan proses penyidikan dugaan korupsi kuota haji tahun 2023–2024 masih terus berjalan. Termasuk setelah pemeriksaan terhadap eks Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief.
Pernyataan itu disampaikan Setyo saat ditanya mengenai kemungkinan kasus kuota haji segera memasuki tahap penuntutan, serta nasib hukum Hilman Latief yang sebelumnya disebut diduga menerima uang dari pihak PT Makassar Toraja Tour atau Maktour.
"Prosesnya masih berjalan, kemudian durasi kewenangan penyidik untuk melakukan penahanan juga belum habis," kata Setyo kepada wartawan, di Anyer, Banten, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: KPK Periksa Dirjen PHU Hilman Latief dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Menurut dia, perkara kuota haji merupakan kasus yang kompleks karena melibatkan banyak saksi dan rangkaian peristiwa yang harus didalami secara menyeluruh oleh penyidik.
"Untuk haji itu relatif cukup banyak saksi yang diperiksa. Penyidik harus berusaha mengumpulkan supaya kekuatan untuk kemudian berkas itu dinyatakan P21 atau lengkap oleh penuntutnya harus betul-betul maksimal," ujarnya.
Dia menegaskan, penyidik tidak hanya mengejar jumlah saksi yang diperiksa, tetapi juga memastikan seluruh konstruksi perkara tersusun utuh dan tidak menyisakan celah dalam pembuktian.
"Jangan hanya ukurannya banyak saksi saja tapi kemudian nanti ternyata masih ada yang bolong-bolong. Harapannya semuanya bisa tertutupi sehingga nanti pada saat proses persidangan itu sudah lengkap semua," kata dia.
Baca Juga: KPK Periksa Muhadjir Effendy Terkait Kasus Kuota Haji, Ini Hubungannya
Sebelumnya, KPK telah memeriksa Hilman Latief sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi kuota haji 2023–2024.
Pemeriksaan tersebut menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya aliran uang dari pihak travel haji kepada sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan staf khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz, Direktur Operasional Maktour Ismail Adham, dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama Asrul Azis Taba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








