Hotman Paris Meradang di Medsos, Minta Presiden Prabowo Bubarkan Kementerian HAM: Tak Ada Gunanya!

AKURAT.CO Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea melayangkan kritik keras terhadap keberadaan Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM).
Tak tanggung-tanggung, ia meminta Presiden Prabowo Subianto segera membubarkan kementerian tersebut.
Hotman menilai Kementerian HAM yang saat ini ada tidak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui pernyataan terbukanya, ia mendesak agar anggaran yang dialokasikan untuk kementerian tersebut dialihkan untuk program yang lebih bermanfaat bagi rakyat kecil.
"Halo Bapak Presiden Republik Indonesia yang terhormat. Tolong segera itu tutup Kementerian HAM, Hak Asasi Manusia. Enggak guna itu, enggak guna. Dengan menterinya yang begitu, enggak guna, udahlah," ujarnya, dengan nada tegas, melalui ungahan Instagram @hotmanparisofficial, Senin (25/5/2026).
Hotman merasa keberatan jika uang pajak yang dibayarkan rakyat justru digunakan untuk membiayai lembaga yang minim prestasi. Ia secara spesifik menyentil kualitas Menteri HAM, Natalius Pigai, yang dianggap tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan negara.
"Mendingan uang pajak yang kami bayar itu dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Ngapain kayak gitu kualitas menteri dipelihara, udahlah," tuturnya.
Sebagai dasar kritiknya, Hotman memaparkan fakta di lapangan mengenai banyaknya kasus pelanggaran HAM berat yang justru tidak tertangani oleh Kementerian HAM.
Sebaliknya, Hotman secara inisiatif mengirimkan tim pengacaranya sendiri untuk membantu para korban. Seperti dalam kasus pencabulan santriwati oleh pimpinan pondok pesantren di Pati, hingga kasus pembunuhan yang terjadi di Mataram.
"Saya tidak sembarang ngomong. Hari ini, 10 tim pengacara saya kirim ke Mataram, Lombok, untuk membela pemuda miskin yang dituduh membunuh pacarnya tanpa ada saksi, fakta. Semua adalah khayalan," jelas Hotman.
Ia juga mempertanyakan langkah apa saja yang sudah dilakukan oleh menteri HAM selama menjabat. Menurutnya, pernyataan sang menteri di media sosial justru kerap memicu kekecewaan di hati masyarakat luas yang mengharapkan perlindungan hukum.
Baca Juga: Hotman Paris Sentil Nadiem soal Pengacara Mahal, Singgung Lagi Drama di Balik Kasus Chromebook
"Coba tanya siapa nama menteri itu? Menteri HAM itu. Apa yang telah dia perbuat? Omongannya tidak pernah bermutu di medsos. Itu melukai hati rakyat. Itu ganti itu Pak Presiden. Ganti itu Pak Presiden Prabowo," pintanya.
Lebih lanjut, Hotman menyoroti soal tumpang tindih lembaga HAM di Indonesia. Ia berpendapat bahwa persoalan hak asasi manusia sebenarnya sudah ditangani oleh banyak lembaga lain, sehingga keberadaan kementerian baru ini dirasa mubazir.
"Begitu banyak habis anggaran untuk kementerian dia. Kan menyangkut hak asasi sudah banyak lembaga lain yang juga menangani. Banyak lembaga lain. Lembaga ini, lembaga ini, lembaga ini, pusing gue lihat kebanyakan," tutup Hotman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








