KPK Periksa Dua ASN Kemenhub Terkait Kasus Dugaan Korupsi Jalur Kereta DJKA

AKURAT.CO Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, terkait pengadaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan dalam pemeriksaan yang dilakukan pada Selasa (26/5/2026), penyidik menjadwalkan dua saksi yang dipanggil. Mereka merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Perhubungan.
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih atas nama Iman Sukandar dan Benny Nurdin Yusuf," kata Budi.
Baca Juga: KPK Pakai Sudewo sebagai Pintu Masuk Tuntaskan Korupsi DJKA Kemenhub
Meski demikian, KPK belum menjelaskan materi yang akan didalami dari kedua saksi tersebut. Namun, pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan perkara dugaan korupsi proyek perkeretaapian di lingkungan DJKA.
Kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api di DJKA Kementerian Perhubungan menyeret sejumlah pejabat Kementerian Perhubungan hingga pihak swasta, yang diduga terlibat dalam praktik suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta.
Baca Juga: KPK Periksa Eks Stafsus Menhub, Dalami Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta di DJKA
Dalam pengembangannya, KPK telah menetapkan beberapa tersangka, di antaranya mantan Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA Harno Trimadi serta mantan anggota Komisi V DPR RI, Sudewo.
Lembaga antirasuah juga masih menelusuri dugaan aliran dana kepada sejumlah pihak lain yang disebut dalam proses persidangan maupun pemeriksaan saksi.
KPK memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan guna mengungkap secara menyeluruh konstruksi perkara dan pihak-pihak yang diduga terlibat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








