Heri Black Akui Pernah Urus Kontainer Berisi Onderdil yang Diduga Terkait Blueray Cargo

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap pengusaha kepabeanan Heri Setiyono alias Heri Black mengakui pernah terlibat dalam pengurusan kontainer berisi suku cadang kendaraan, yang kini telah disita penyidik di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Pengakuan tersebut terungkap dalam pemeriksaan Heri Black sebagai saksi pada Kamis (11/6/2026), dalam penyidikan perkara suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan, penyidik masih mendalami keterkaitan kontainer tersebut dengan PT Blueray Cargo serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengurusannya.
"Nah, isi kontainer ini yang kemudian masih simpang siur. Karena dari hasil pemeriksaan-pemeriksaan beberapa pihak, termasuk saudara HB sendiri atau HS ya, itu menyatakan bahwa ini memang dulunya ikut di pengurusan BlueRay," jelasnya, kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Namun, menurut Taufik, pengurusan kontainer tersebut diduga beralih ke pihak lain setelah KPK mulai mengusut perkara korupsi yang menjerat sejumlah pejabat Ditjen Bea dan Cukai, serta pihak swasta.
"Tetapi kemudian karena ada peristiwa pidana yang sedang ada di KPK, kemudian itu diurus oleh pihak-pihak lain. Nah ini yang ingin didalami lagi oleh penyidik," katanya.
Penyidik saat ini masih menelusuri pihak yang melanjutkan pengurusan kontainer tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan rangkaian tindak pidana yang tengah diusut KPK.
Meski demikian, Heri Black membantah memiliki hubungan dengan kontainer yang telah disita tersebut. Usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, ia menegaskan bahwa kontainer itu bukan miliknya.
Ia juga membantah mengenal sejumlah pejabat Ditjen Bea dan Cukai yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Termasuk Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea dan Cukai.
"Enggak (kenal dengan Orlando)," tegasnya sambil bergegas meninggalkan Gedung KPK.
Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Perintangan Penyidikan Oleh Anak Buah Heri Black
Sebelumnya, Heri Black telah diperiksa penyidik pada 18 Mei 2026. Saat itu, ia juga membantah memiliki afiliasi dengan PT Blueray Cargo maupun mengetahui perkara yang sedang ditangani KPK.
Peran Heri Black menjadi perhatian penyidik setelah rumahnya di Semarang digeledah pada Mei lalu. Dari rangkaian penggeledahan tersebut, KPK turut menyita sebuah kontainer berisi suku cadang kendaraan di Pelabuhan Tanjung Emas yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan importasi yang tengah diselidiki.
Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 4 Februari 2026 yang mengungkap dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di lingkungan DJBC.
Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-2026, Rizal; Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC, Sisprian Subiaksono; Kepala Seksi Intelijen DJBC, Orlando Hamonangan; pemilik PT Blueray Cargo, John Field; Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Cargo, Andri; serta Manajer Operasional PT Blueray Cargo, Dedy Kurniawan.
KPK menduga para tersangka bersekongkol mengatur jalur masuk barang impor ke Indonesia guna menghindari pemeriksaan dan pengawasan kepabeanan.
Baca Juga: Periksa Heri Black, KPK Dalami Catatan Dugaan Aliran Uang ke Bea Cukai
Dalam pengembangannya, KPK juga menetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan DJBC, Budiman Bayu Prasojo, sebagai tersangka terbaru. Ia diduga menerima dan mengelola dana dari para importir serta pengusaha barang kena cukai sejak November 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








