KPK Intensifkan Penyelidikan Dugaan Korupsi di BPKH, Fokus Telusuri Pengelolaan Anggaran

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengintensifkan penyelidikan dugaan korupsi di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Penyelidikan masih berada pada tahap awal dan difokuskan pada dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
"Untuk lidik BPKH sejauh ini masih berjalan proses penyelidikannya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dikutip Rabu (22/7/2026).
Achmad belum bersedia memerinci materi penyelidikan maupun memastikan kapan perkara tersebut akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Namun, ia memastikan penyelidik tengah mendalami proses penganggaran di BPKH.
"Yang dilidik ini secara umum adalah kegiatan penganggaran yang dilakukan oleh BPKH," ujarnya.
Sebelumnya, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, penyelidikan juga diarahkan untuk menilai kesesuaian antara besarnya dana yang dikelola dengan kualitas layanan yang diterima jemaah haji di Arab Saudi.
KPK menyoroti sejumlah layanan, mulai dari akomodasi, katering, transportasi, hingga pengiriman logistik jemaah.
Penyelidik juga mendalami proses pengadaan dan lelang penyedia layanan haji di Arab Saudi yang diduga berpotensi terjadi penyimpangan dalam kerja sama dengan pihak ketiga.
Salah satu yang turut didalami adalah peran BPKH Limited, anak perusahaan BPKH yang bergerak di bidang investasi untuk mendukung ekosistem haji dan umrah di Arab Saudi.
Perusahaan tersebut memiliki portofolio investasi di sektor katering, transportasi, serta pengembangan dan akuisisi hotel di Makkah dan Madinah.
"Jangan sampai dana yang disediakan besar, tetapi saat proses lelang justru pemenangnya memberikan layanan berkualitas rendah dengan harga tinggi. Ini yang sedang kami dalami," kata Asep.
Baca Juga: Sambangi KPK, Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Fantastis Tidak Wajar Milik Mantan Jaksa dan Hakim
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









