Oknum Pendeta Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Atas Dugaan Kekerasan Seksual

AKURAT.CO Seorang pendeta berinisial GS dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual.
Ia diduga melancarkan aksinya di wilayah Jakarta Selatan dan Kota Bekasi.
Laporan tercatat dengan nomor LP/B/3576/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
Polda Metro Jaya juga telah menerbitkan surat perintah penyelidikan seminggu setelah menerima laporan korban.
Surat perintah lidik itu terdaftar dengan nomor SP. Lidik/665/V/RES.1.24/2026/Ditres PPA dan PPO tertanggal 25 Mei 2026.
Baca Juga: Komisi VIII DPR Tuntut Langkah Konkret Kemenag Tangani Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
Pascasurat perintah lidik diterbitkan, Polda Metro Jaya melalui Unit 4 Subdit 1 Direktorat Reserse PPA dan PPO memanggil Pendeta GS yang dijadwalkan pada Kamis (4/6/2026).
Namun belum diketahui apakah pendeta GS telah memenuhi panggilan tersebut atau menunda kehadirannya.
Pihak media massa pun telah menghubungi Kanit PPA dan PPO Polda Metro Jaya, AKP Rina Shanty DN untuk menanyakan kehadiran Pendeta GS dalam panggilan tersebut.
Akan tetapi, AKP Rina Shanty DN, meminta supaya menghubungi pihak Bidang Humas Polda Metro Jaya.
Melalui Kabid Humas, Kombes Bhudi Hermanto, meminta supaya memberi waktu untuk menyelidiki kasus tersebut.
Baca Juga: Tindak Tegas Kasus Kekerasan Seksual, Kemenag Cabut Izin Ponpes Ndholo Kusumo
"Mohon waktunya ya," kata Bhudi, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (26/7/2026).
Dalam kasus ini, pendeta GS dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan diduga melanggar Pasal 473 dan atau Pasal 414 huruf B dan atau Pasal 417 juncto Pasal 126 KUHP Nomor 1 Tahun 2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







