Akurat Logo

Tukar Miras dengan Hafalan Surat Ad Dhuha, YKMI Desak Cabut Izin Edar Newport dan Laporkan Pidana Pelecehan Agama

Wahyu SK | 11 Agustus 2026, 16:54 WIB
Tukar Miras dengan Hafalan Surat Ad Dhuha, YKMI Desak Cabut Izin Edar Newport dan Laporkan Pidana Pelecehan Agama
Produsen miras Newport dianggap melecehkan agama usai tantangan menukar miras dengan hafalan surat Al-Qur'an. - Foto: Instagram @jktgo

AKURAT.CO Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) mengecam keras promosi minuman keras merek Newport, dengan menawarkan miras gratis bagi siapa saja yang mampu menghafal surat Ad Dhuha.

"Promosi itu sudah melewati batas pelecehan agama. Newport sudah mempermainkan dan mengolok-olok Al-Qur'an, kitab suci umat muslim," kata Ketua Umum YKMI, Ferry Irawan, dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, tantangan menukar miras gratis dengan melafalkan hafalan Surat Ad Dhuha bukan sekadar gimik atau trik promosi untuk menarik perhatian.

"Promosi, challange, gimik atau apapun namanya itu bukan alasan yang bisa dibenarkan. Kejadian itu sudah melanggar batas moral, etika, dan hukum," kata Ferry.

Karena itu, Ferry menegaskan, pihaknya mendesak Kementerian Perdagangan untuk mencabut izin edar minuman keras merek Newport.

Baca Juga: Bea Cukai Bongkar Peredaran Miras Ilegal di Bali, Sita Hampir 20 Ribu Botol Senilai Rp12,5 Miliar

"Miras merek Newport jangan sampai beredar di masyarakat. Kemendag harus berani tarik izin edar Newport," ujarnya.

Ia pun mengajak umat muslim, baik individu maupun ormas keagamaan, untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Dengan membawa persoalan itu ke pihak berwajib akan membuat jera siapapun ke depannya.

"Penyelenggara festival musik, penanggung jawab stand pameran, pihak-pihak terkait lainnya harus dilaporkan ke hukum, karena termasuk pidana pencemaran dan pelecahan agama," jelasnya.

Menurut Ferry, seperti biasanya ketika ada kasus pelecehan agama pelaku kerap meminta maaf untuk mendapat pengampuan atas kejadian tersebut dan demi tidak dilaporkan secara hukum.

"Permohonan maaf dan pengampunan itu tidak menghilangkan unsur pidana yang sudah terjadi. Jadi, kalau pun mereka meminta maaf, harus tetap dilaporkan ke pihak berwajib," ujarnya.

Baca Juga: Ormas Mapan Tolak Peredaran Miras di Banten, Serukan Penghentian Distribusi

Selain itu, ia juga mengajak umat muslim untuk memboikot semua produk yang dibuat Orang Tua (OT) Grup. Sebagai produsen miras merek Newport, OT Grup juga dinilai bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Boikot produk-produk yang dikeluarkan Orang Tua Grup. Laporkan juga mereka ke pihak berwajib," kata Ferry.

Sebelumnya, jagad maya dihebohkan dengan potongan video yang beredar, Senin (10/8/2026) malam. Video itu menayangkan promosi miras gratis di sela-sela festival musik The Sounds Project, di mana Newport membuka stand pameran.

Di depan stand Newport, sales dan pembawa acara menantang (challange) bagi siapa saja pengunjung yang bisa menghafal Surat Ad Dhuha akan mendapatkan miras gratis.

Aksi tukar miras dengan hafalan Al-Qur'an pun mendapat kecaman dari warganet.

Baca Juga: VIRAL Sosok Terduga Pelaku Bullying Remaja Perempuan di Batam, Bangga Unggah Miras Tapi Menangis Ketika Didatangi Keluarga Korban

Warganet marah dengan unggahan video yang awalnya dari akun medsos Newport @newport.tanpabatas.

"Kantornya di Cengkareng kan? Ada yang mau ikut silaturahmi? @majelisulamaindonesia @nahdlatululama @lensamu," tulis warganet di kolom komentar.

"Boykot semua produk OT," tulis warganet lagi.

"Lucu ya ayat Al-Qur’an buat jualan alkohol? Semoga segera bangkrut ya perusahaan ini."

"Kantor pusatnya ada di Cengkareng pinggir tol, dekat Apartemen Puri Orchard."

"Oh ini yang jualan alkohol bawa-bawa hapalan Al-Qur'an? Jangan sampai ada maaf ya warga."

"Wah wah wah astaghfirullah. laporin."

"SOMASI TERBUKA! Saya meminta pihak NEWPXXX atau siapapun yang bertanggung jawab untuk memberikan klarifikasi dan pertanggung jawaban terbuka dalam 1×24 jam. Apabila tidak ada itikad baik saya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum," komentar warganet lainnya.

Mendapat amarah dari warganet, akun @newport.tanpabatas kini pun menghilang.

Belum ada tanggapan dari pihak Newport maupun OT Grup mengenai promosi miras dengan cara hafalan Al-Qur'an tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK