Nadiem: Tuntutan Rp809 Miliar dalam Kasus Chromebook Cacat Hukum

AKURAT.CO Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menilai proses penuntutan dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook telah diwarnai manipulasi fakta dan hukum.
Nadiem menyebut tuntutan uang pengganti Rp809 miliar tidak berkaitan dengan dirinya maupun Google.
Hal itu disampaikan Nadiem kepada wartawan sebelum sidang banding perkara Chromebook dengan agenda pemeriksaan saksi fakta dari GoTo di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Nadiem menegaskan dirinya tidak pernah menerima uang Rp809 miliar sebagaimana yang disebut dalam perkara tersebut.
Ia juga mengaku tidak mengetahui transaksi tersebut karena seluruh urusan korporasi telah dikuasakan kepada GoTo.
"Betapa kejamnya penuntutan dan manipulasi fakta dan hukum di era Jampidsus yang lama. Pada saat di Pengadilan Negeri itu sudah dibuktikan bahwa Rp809 miliar itu tidak sepeserpun saya terima, bahkan saya tidak mengetahui mengenai transaksi Rp809 miliar itu," kata Nadiem.
Menurut Nadiem, dana tersebut sepenuhnya kembali ke rekening PT AKAB. Ia mengklaim bukti transfer terkait transaksi tersebut juga telah tersedia.
"Bukan hanya tidak menerima uang sepeserpun, uang itu sepenuhnya balik ke rekening PT AKAB dan semua bukti transfernya sudah ada," ujarnya.
Nadiem juga mempertanyakan kaitan transaksi Rp809 miliar tersebut dengan kebijakan yang dibuatnya maupun dengan Google.
Menurut dia, transaksi tersebut tidak berkaitan dengan dirinya ataupun Google, tetapi kemudian digunakan sebagai dasar tuntutan uang pengganti.
"Transaksi itu tidak ada hubungannya dengan Google, pihak yang dituduh diperkaya oleh kebijakan saya," katanya.
Ia menilai penggunaan transaksi tersebut sebagai dasar tuntutan merupakan bentuk manipulasi hukum yang merugikan dirinya.
Nadiem juga mempertanyakan putusan Pengadilan Negeri yang menurutnya menyatakan tidak terdapat unsur memperkaya diri sendiri, tetapi tetap membebankan uang pengganti Rp809 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








