TikTok Gagal 'Jualan', Menteri Teten Ingatkan Pentingnya Mengatur Ekonomi Digital

AKURAT.CO Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah semakin sering membahas isu TikTok.
Dalam pertemuan bulan Juli antara Teten secara rutin mengeluh tentang cara TikTok yaitu platform media sosial asal Tiongkok yang telah memberikan tekanan pada pemain lokal. Ini bukan sekali saja, ini adalah isu yang sering dibicarakan dalam pertemuan yang diselenggarakan.
Keprihatinan ini mencapai puncaknya dalam bentuk peraturan baru yang akan memisahkan pembayaran TikTok dari transaksi belanja di Indonesia. Ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan bisa menjadi penghambat pertumbuhan e-commerce TikTok ketika bersaing dengan Sea Ltd. dan GoTo Group.
Sekarang, TikTok harus mencari cara baru untuk memajukan fitur TikTok Shop di negara dengan populasi 278 juta jiwa ini yang seharusnya menjadi lompatan besar dalam ekspansi global TikTok. Namun, ada tantangan baru yang muncul dan kali ini tantangan itu datang dari pemerintahan.
"Kita tidak boleh terlambat dalam mengatur ekonomi digital," ujar Teten, dikutip Akurat.co dari BloomBerg.com, Kamis (28/9/2023).
Teten mengingatkan pentingnya mengatur ekonomi digital dan mengatakan bahwa jika langkah ini terlambat, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta perusahaan e-commerce lokal akan terancam dan konsumen akan menderita kerugian.
Baca Juga: Efek Domino TikTok Shop Buat Mendag Kunjungi Pasar Tanah Abang: Mau Dengar Pedagang
Sejak pengumuman peraturan ini, nilai pasar Sea telah meningkat lebih dari $3 milyar atau sekitar Rp46,5 milyar dalam upaya menarik investor, sementara GoTo tidak mengalami perubahan besar. Namun, peraturan ini yang ternyata lebih ketat dari yang diperkirakan pelaku industri dapat melemahkan seluruh industri belanja online dan menakutkan perusahaan serta investor asing.
Peraturan baru ini melarang perusahaan media sosial di Indonesia untuk menangani pembayaran langsung dalam transaksi belanja online. TikTok adalah satu-satunya yang melakukannya dan kenyamanan berbelanja kosmetik, pakaian dan barang elektronik di aplikasi TikTok telah menjadi faktor utama dalam pertumbuhan TikTok Shop selama dua tahun terakhir.
Meskipun TikTok dapat mengiklankan produk kepada lebih dari 100 juta pengguna di Indonesia, mereka sekarang harus mencari aplikasi atau situs lain untuk berbelanja. Dengan demikian, perusahaan harus mempertimbangkan pilihan membuat aplikasi terpisah yang mungkin mengurangi kenyamanan pengguna atau risiko menutup bisnis e-commerce mereka di Indonesia secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







