6 Satelit Starlink yang Baru Meluncur Bisa Terhubung Langsung ke Ponsel 5G

AKURAT.CO - SpaceX telah melakukan peluncuran roketnya dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California.
Dalam peluncuran SpaceX, terdapat enam satelit Starlink baru yang memiliki kemampuan untuk terhubung langsung ke ponsel standar 5G. Keenam satelit ini, hasil dari kemitraan SpaceX dengan T-Mobile yang diumumkan pada tahun 2022, menandai langkah besar bagi konstelasi internet satelit perusahaan.
Dikenal dengan nama Starlink-ke-ponsel, satelit ini awalnya direncanakan untuk diluncurkan dengan roket Starship Superheavy. Namun, dengan penundaan dalam pengembangan roket tersebut, Falcon 9 digunakan untuk meluncurkan versi mini dari satelit Starlink V2.
Baca Juga: SpaceX dan ULA Tancap Gas di Awal 2024 dengan Peluncuran Satelit dan Roket Vulcan
Kemitraan ini bertujuan untuk menyediakan konektivitas 5G langsung ke ponsel pelanggan T-Mobile. Meskipun pada awalnya hanya terbatas pada pesan teks, kedua perusahaan berharap dapat memperluas layanan ini ke panggilan suara dan bahkan koneksi data.
"Enam satelit @Starlink dalam misi ini dengan kemampuan Direct to Cell akan memperluas konektivitas global dan membantu menghilangkan zona mati," tulis @SpaceX di platform X.
Elon Musk, CEO SpaceX, mengungkapkan bahwa kecepatan awal koneksi ini adalah 7 megabit per zona seluler. Meskipun lambat, ini mampu bersaing dengan layanan SOS-via-satelit Apple yang memiliki perangkat keras tambahan terintegrasi ke dalam iPhone.
Meskipun ada tantangan dalam kecepatan dan jangkauan, langkah ini menjanjikan untuk meningkatkan konektivitas global. SpaceX merencanakan layanan SMS akan tersedia pada tahun 2024, sementara layanan suara, data dan IOT dijadwalkan menyusul pada tahun 2025.
Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya lebih besar SpaceX untuk memperluas jaringan mereka di berbagai negara. Saat ini, perusahaan telah bermitra dengan operator di beberapa negara dan berencana untuk memanfaatkan panjang gelombang 5G yang didedikasikan untuk meningkatkan layanan mereka.
Meskipun SpaceX telah melakukan uji coba Starship Superheavy, keberhasilan penuh dalam melepaskan satelit Starlink V2 ke orbit masih belum tercapai. Penerbangan terbaru, IFT-2, menunjukkan perbaikan, namun masih ada jalan yang harus ditempuh sebelum pencapaian keseluruhan dapat terwujud.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








