Fenomena Netflix, Lakukan Perubahan Besar-besaran demi Pertahankan Eksistensi

AKURAT.CO - Dua tahun terakhir Netflix merombak perusahan secara besar-besaran. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan eksistensi Netflix sebagai paltform streaming yang paling banyak ditonton.
Netflix identik dengan gagasan baru menonton sehingga menciptakan standar tinggi untuk industri lainnya. Diketahui platform ini telah merilis banyak konten original yang mampu menarik banyak orang untuk berlangganan.
Melansir TheVerge, diketahui, Netflix mampu meraih pendapatan lebih dari USD300 miliar pada tahun 2021. Namun ada tahun dimana perkumpulan eksekutif melakukan pengurangan pelanggan untuk memuaskan para investor.
Pada tahun 2022, Netflix mencoba berbagai terobosan yang terus ditolak oleh salah satu pendirinya, Reed Hastings. Salah satunya dengan meluncurkan paket lebih murah dan didukung iklan dengan tujuan menarik pelanggan baru sekaligus memperoleh penghasilan dari iklan tersebut.
Meskipun dalam proses terkesan lambat, namun dengan dukungan iklan Netflix berhasil meraih 5 juta pelanggan dalam kurun waktu enam bulan. Paket berlangganan ini juga menjadi salah satu paket yang paling populer.
Berdasarkan hasil laporan pendapatan terbaru, Netflix mengunggapkan bahwa 40% pelanggan baru memilih untuk harga yang lebih murah. Netflix juga berencana untuk menambah video berdurasi 1080p dan kemampuan menonton dua streaming secara bersamaan.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Serial Netflix Terbaru Desember 2023 Yang Wajib Ditonton, Ada Sweet Home 2 Paling Dinanti!
Kemudian Netflix berupaya mencapai batas dengan menetapkan kenaikan harga lainnya pada musim gugur lalu yang ketiga kalinya dalam tiga tahun. Diketahui perubahaan ini mengakibatkan pelanggan berhenti berlangganan untuk paket termurah senilai USD11,9 per bulan.
Paket berlangganan termurah itu dihapus sepenuhnya untuk mendorong calon pelanggan untuk menggunakan paket yang didukung iklan sebesar USD6,99 per bulan atau tingkat standar USD15,49 per bulan. Walaupun tampak berlawanan dengan keinginan untuk mengarahkan pengguna ke tingkat yang paling murah, justru iklan turut ambil peran besar dalam bisnis Netflix.
Tahun lalu, Netflix memperoleh pelanggan lebih banyak melalui paket berisi iklan dibanding paket bebas iklan seharga USD 15,49. Paket dasar dengan harga USD11, 99 per bulan memiliki kemungkinan besar tidak menguntungkan bagi Netflix.
Selama diskusi pendaptaan minggu ini, co-CEO Greg Peters mengatakan bahwa prioritas utama perusahaan dalam bisnis adalah periklanan. Bagi Netflix hal ini berarti "membuat paket iklan menarik".
Adapun kesepakatan Netflix senilai USD5 miliar untuk WWE Monday Night Raw. Melansir dari CNBC, Netflix tidak akan menampilkan iklan selama Raw untuk pelanggan tingkat bebas iklan. Sehingga pelanggan dengan paket seharga USD6,99 akan tetap dikenakan iklan selama pertunjukan tayang.
“Konten WWE digunakan untuk demografi yang lebih muda sehingga memungkinkan Netflix menjangkau sebagian besar pemirsa yang tidak dapat dijangkau hanya dengan harga yang lebih rendah,” Paul Erickson, pendiri dan pimpinan Erickson Strategy & Insights, mengatakan kepada The Verge.
Erickson juga megatakan, apabila dibandingkan dengan langkah mereka baru-baru ini dalam mengapus paket harga terendah bebas iklan dapat meningkatkan keuntungan bagi perusahaan.
co-CEO Netflix Ted Sarandos pada laporan pendapatan terakhir perusahaan menjelaskan bahwa Monday Night Raw sendiri bukan jenis siaran olahraga tradisional melainkan acara hiburan olahraga. Hal ini menjadi nilai plus bagi Netflix untuk meningkatkan pelanggan untuk terus meonton.
Erickson juga menunjukan WWE tidak seperti olahraga tradisional yang bersifat musiman. Maka Netflix akan mendapatkan pelanggan terus menerus tetap selama 10 tahun di luar musim yang memicu pembatalan.
Perubahan ini membuat Netflix nampak jauh berbeda dari beberapa tahun lalu. Setelah bertahun-tahin bersaing mendapatkan pelanggan, kini Netflix telah membuktikan bahwa dirinya mampu meraih banyak keuntungan. Hal ini menyebabkan platform streaming lain melakukan kenaikan harga dan berafiliasi dalam satu aplikasi, seperti Max dan Disney Plus dengan Hulu.
“Netflix sangat menyadari fakta bahwa mereka adalah salah satu dari sedikit merek streaming yang wajib dimiliki oleh banyak rumah tangga,” kata Erickson.
Erickson juga menambahkan bahwa Netflix harus mempertahankan predikat tersebut sebagai layanan wajib berlangganan bahkan dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat.
Saat ini Netflix telah berbeda dari sebelumnya dan akan semakin menjauh dari visi misi awal. Keinginan menjadi platform streaming dengan harga saham yang terus meningkat telah menjadi kenyataan. Masa depan platform streaming ke depannya kemungkinan akan segera melebur menjadi campuran konten live dan on-demand dengan iklan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








