Salip AS di Tengah Sanksi, Tiongkok Jadi Pemimpin Baru Pengembangan Kecerdasan Buatan

AKURAT.CO - Tiongkok berhasil menutup kesenjangan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dibandingkan dengan Amerika Serikat, meskipun dihadapi sanksi perdagangan dari pemerintahan Biden
Dikutip dari Sputnikglobe.com, Senin (26/02/2024), Tiongkok diperkirakan dapat menutup kesenjangan AI dengan AS dalam satu atau dua tahun mendatang berkat terobosan teknologi yang dilakukan oleh Republik Rakyat Tiongkok.
Seorang pakar teknologi, Zhou Hongyi, menyatakan keyakinannya bahwa Tiongkok akan segera menyusul AS dalam bidang AI. Menurutnya, kesenjangan teknis antara kedua negara terletak pada penentuan arah teknologi.
Zhou mengungkapkan bahwa dengan penetapan arah yang jelas, perusahaan-perusahaan Tiongkok dapat dengan cepat meningkatkan kemampuan pembelajaran AI mereka, terutama dengan adanya kolaborasi dan publikasi proyek sumber terbuka dan makalah oleh perusahaan sejenis.
Prediksi ini juga didukung oleh laporan terbaru dari South China Morning Post (SCMP), yang mengungkapkan bahwa Tiongkok sedang mengembangkan peralatan pengawasan militer berbasis AI untuk meningkatkan kemampuan perang elektroniknya.
Meskipun AS telah memberlakukan serangkaian sanksi dalam upaya untuk membatasi akses Tiongkok terhadap teknologi canggih seperti mikrochip dan AI, Tiongkok terus melangkah maju dalam pengembangan teknologi AI, menunjukkan ketangguhan dan ketahanannya dalam menghadapi tekanan eksternal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









