Aplikasi Baru Asal AS Ini Bantu Pengguna Boikot Bisnis yang Dukung Israel

AKURAT.CO Sebuah aplikasi baru dari Amerika Serikat (AS) hadir untuk membantu orang-orang dalam memboikot bisnis yang dianggap mendukung atau terkait dengan Israel.
Dikutip dari Aljazeera.com, Senin (15/4/2024), aplikasi bernama Boycat memberikan informasi tentang perusahaan yang memproduksi produk tertentu beserta aktivitas bisnis dan hubungannya.
Dengan Boycat, pengguna dapat dengan mudah mengetahui lebih banyak tentang produk yang ingin mereka beli, bahkan menemukan alternatif dari perusahaan yang dianggap pro Israel.
Pendiri Boycat, Adil Abbuthalha, menjelaskan bahwa pengguna cukup mengarahkan kamera ponsel mereka ke barcode produk dan aplikasi akan secara otomatis mendeteksi serta memberikan informasi tentang perusahaan yang mengeluarkan produk tersebut.
Baca Juga: Hacker Iran Klaim Berhasil Lumpuhkan Sistem Radar Israel
Adil Abbuthalha menyatakan bahwa keputusan untuk mendukung atau tidak terhadap suatu perusahaan, berdasarkan informasi yang diberikan oleh Boycat, kembali kepada konsumen.
Ide untuk menciptakan Boycat muncul setelah Adil melihat serangan Israel ke Palestina yang terjadi selama beberapa bulan. Ia menyadari bahwa banyak orang yang merasa bingung dalam menyalurkan dukungan kepada Palestina.
"Aplikasi ini merupakan langkah konkret untuk membantu individu dalam memberikan dukungan kepada Palestina," kata Adil.
Boyact, yang diluncurkan pada Januari, telah berhasil menarik perhatian 30 ribu pengguna aktif setiap bulannya. Banyak dari mereka berbagi cara menggunakan aplikasi ini melalui media sosial.
Adil memperkirakan bahwa Boycat telah berhasil mengalihkan lebih dari $3,2 juta dana dari perusahaan yang dianggap anti-Palestina. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa tujuan dari aplikasi ini bukanlah untuk menghancurkan perusahaan-perusahaan tersebut.
"Kami ingin meminta pertanggungjawaban dari perusahaan-perusahaan tersebut karena mayoritas pelanggan mereka memiliki keyakinan tertentu dan ingin berbelanja dengan cara yang etis," ujar Adil.
Dengan harapan untuk terus menekan bisnis yang mendukung Israel, Boycat diharapkan dapat mencegah terjadinya kekejaman yang sering kali terjadi di Palestina.
"Kami ingin mengubah paradigma konsumerisme menjadi sesuatu yang lebih sadar dan bertanggung jawab," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








