Ancam Blokir, Pemerintah AS Desak ByteDance Lepaskan TikTok

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengajukan undang-undang baru yang menuntut ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk menjual TikTok atau terancam diblokir di pasar AS. RUU tersebut, yang telah disetujui oleh DPR AS, berpotensi mengubah wajah media sosial TikTok di AS.
Undang-undang baru tersebut memberikan dua pilihan kepada TikTok. Pertama, TikTok harus menjadi entitas tersendiri di AS dengan menjual sahamnya kepada perusahaan non-China. Pilihan kedua adalah diblokir sepenuhnya dari pasar AS, mengakibatkan 170 juta pengguna aktif TikTok di AS kehilangan akses.
Pemerintah AS, dipimpin oleh Presiden Joe Biden, ingin memisahkan TikTok dari China. Keterlibatan China dalam ByteDance menciptakan kekhawatiran akan potensi penggunaan data warga AS untuk tujuan mata-mata.
ByteDance diberi waktu enam bulan untuk menjual TikTok kepada perusahaan non-China. Jika gagal, TikTok akan diblokir dari pasar AS pada Oktober 2024. Kegagalan dalam menjual TikTok akan menyebabkan ByteDance kehilangan kontrol atas aplikasi dan algoritma penting yang mengatur konten.
Sejumlah pihak, termasuk CEO Elon Musk, mengkritik rencana pemblokiran TikTok sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berbicara. TikTok telah mengajukan keberatan hukum, dengan alasan bahwa undang-undang baru tersebut mengancam hak kebebasan berekspresi jutaan pengguna.
TikTok telah memobilisasi pengguna aktifnya di AS untuk menentang undang-undang tersebut. Dengan menghabiskan jutaan dolar untuk iklan dan melalui kampanye lobinya, TikTok berupaya keras untuk mempengaruhi keputusan Kongres AS.
Dikutip dari Wsj.com, Senin (22/4/2024), TikTok telah menunjukkan kesuksesan dalam menghadapi tantangan hukum sebelumnya, menunjukkan kemungkinan bahwa mereka dapat memperjuangkan hak mereka melalui pengadilan.
Dengan demikian, perjuangan antara pemerintah AS dan TikTok belum berakhir, dan masa depan TikTok di pasar AS masih menjadi tanda tanya besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







