Daftar Sistem yang Bermasalah Imbas Microsoft Down Karena Pembaruan Perangkat Lunak CrowdStrike, Ada Bank Hingga Penerbangan

AKURAT.CO Sistem keamanan dari perusahaan CrowdStrike disebut sebagai penyebab gangguan pada perangkat dengan sistem operasi Microsoft di berbagai negara, yang mengakibatkan kekacauan pada sistem komputer global, pada Jumat (19/7).
Para pakar menyatakan bahwa gangguan tersebut tampaknya berasal dari masalah dengan perusahaan keamanan siber CrowdStrike, yang mana Microsoft adalah salah satu kliennya.
Gangguan IT tersebut diduga disebabkan oleh proses pembaruan perangkat lunak yang dilakukan oleh CrowdStrike.
Berikut beberapa sistem yang mengalami masalah akibat gangguan pada Microsoft di beberapa negara.
1. Transportasi umum
Selain bandara, transportasi umum seperti kereta api dan bus di Washington, D.C juga terdampak.
Baca Juga: KPU Pastikan Rekapitulasi PSU Pileg DPD Sumbar Rampung Pekan Depan
Situs Washington Metropolitan Area Transit Authority (WMATA) dan sejumlah sistem internalnya menjadi tidak aktif.
2. Bank
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







