Akurat
Pemprov Sumsel

X Hadirkan Fitur Baru Mudahkan Pengguna Urutkan Balasan yang Relevan

Petrus C. Vianney | 11 Agustus 2024, 15:08 WIB
X Hadirkan Fitur Baru Mudahkan Pengguna Urutkan Balasan yang Relevan

AKURAT.CO Elon Musk memperkenalkan fitur baru di platform X yang membuat pengguna dapat mengurutkan balasan untuk menemukan komentar yang lebih relevan. Fitur ini mungkin akan mengurangi dominasi balasan dari akun bercentang biru di platform tersebut.

Selama beberapa tahun terakhir, banyak kritik yang dilontarkan terhadap perubahan tanda centang biru oleh Elon Musk. Dahulu, centang biru digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna terkenal di platform yang saat itu bernama Twitter.

Namun, di bawah kepemimpinan Musk, X memberikan tanda centang biru kepada siapa saja yang berlangganan X Premium dengan biaya $8 (sekitar Rp 127 ribuan) per bulan. Pelanggan ini juga mendapatkan prioritas dalam menampilkan balasan di postingan.

Dikutip dari Sea.mashable.com, Minggu (11/8/2024), hal ini menyebabkan balasan dari akun bercentang biru sering muncul di bagian atas, meskipun tidak relevan dengan topik diskusi.

Namun, dengan fitur penyortiran baru, pengguna sekarang dapat memilih untuk melihat balasan berdasarkan 'Terbaru' atau 'Paling Disukai', yang secara efektif mengurangi prioritas bagi akun bercentang biru.

Meskipun belum jelas bagaimana X menentukan opsi 'Paling Relevan', tampaknya metode ini mirip dengan pengaturan default sebelumnya, di mana akun bercentang biru masih diprioritaskan.

Setiap pengguna dapat mengubah pengaturan penyortiran balasan pada postingan yang mereka lihat, termasuk postingan dari akun lain. Fitur ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengguna di platform X.

Jika fitur ini populer, ada kemungkinan tarif langganan X Premium akan terpengaruh, mengingat salah satu manfaat utamanya berkurang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.