LinkedIn Didenda Rp4,96 Triliun Atas Pelanggaran Privasi Data Oleh Regulator Irlandia

AKURAT.CO LinkedIn, platform jejaring sosial profesional milik Microsoft, baru saja dijatuhi denda sebesar 310 juta euro (sekitar Rp4,96 triliun) oleh Komisi Perlindungan Data Irlandia.
Sanksi ini diberikan karena LinkedIn dinilai melanggar aturan privasi data yang berlaku di Uni Eropa, terutama terkait pemrosesan data pengguna untuk tujuan iklan.
Sebagai regulator utama privasi LinkedIn di 27 negara Uni Eropa, Komisi Perlindungan Data Irlandia mengungkapkan bahwa LinkedIn mengumpulkan data pengguna tanpa dasar hukum yang sah untuk menargetkan iklan online, yang melanggar Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR).
Oleh karena itu, LinkedIn diperintahkan untuk menyesuaikan praktiknya agar sesuai dengan regulasi tersebut.
"Memproses data pribadi tanpa dasar hukum yang sesuai adalah pelanggaran yang jelas dan serius terhadap hak atas perlindungan data di UE," kata Graham Doyle selaku Wakil Komisaris, dikutip dari Apnews.com, Jumat (25/10/2024).
LinkedIn menyatakan bahwa mereka akan bekerja untuk memastikan praktik iklan mereka sesuai dengan persyaratan GDPR meskipun mereka yakin telah mengikuti aturan yang berlaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







