Threads Ubah Algoritma, Prioritaskan Konten dari Akun yang Diikuti

AKURAT.CO Threads, platform microblogging milik Meta, kini mengubah algoritmanya untuk memprioritaskan postingan dari akun yang benar-benar diikuti oleh pengguna.
Hal ini dianggap sebagai upaya Meta untuk menarik lebih banyak pengguna yang mencari alternatif selain X (dulu Twitter), terutama menjelang pemilihan AS. Kepala Instagram, Adam Mosseri, mengumumkan perubahan ini melalui unggahan di Threads.
Mosseri menjelaskan bahwa algoritma baru ini akan mengurangi konten yang direkomendasikan dari akun yang tidak diikuti, dan lebih fokus pada postingan dari akun yang diikuti pengguna.
"Kami menyeimbangkan kembali peringkat untuk memprioritaskan konten dari orang-orang yang Anda ikuti, yang berarti lebih sedikit konten yang direkomendasikan dari akun yang tidak Anda ikuti dan lebih banyak postingan dari akun yang Anda ikuti mulai hari ini," tulis Mosseri, dikutip Jumat (22/11/2024).
Ia juga menambahkan bahwa kreator konten mungkin akan melihat penurunan jangkauan ke pengguna yang tidak terhubung, tetapi peningkatan pada jangkauan ke pengikut langsung mereka.
Perubahan ini memicu perbandingan dengan Bluesky, platform yang serupa dengan Twitter.
Bluesky, yang menawarkan umpan konten berdasarkan akun yang diikuti secara default, bahkan menyindir Threads dalam sebuah unggahan dengan menyebut perubahan ini sebagai inovasi yang meningkatkan pengalaman online.
Bluesky sendiri terus menarik perhatian dengan lonjakan pengguna baru, mencapai 20 juta pengguna minggu ini. Sementara itu, Threads dilaporkan telah mencapai 275 juta pengguna aktif bulanan, menurut pengumuman Mosseri awal bulan ini.
Meta sebelumnya dikenal gencar mendorong konten berbasis algoritma di platform seperti Instagram dan Facebook. Namun, keputusan untuk mengurangi prioritas konten algoritmik di Threads ini menandakan pergeseran strategi.
"Penyeimbangan ulang peringkat!ini jelas merupakan pekerjaan yang sedang berlangsung, menyeimbangkan kemampuan untuk menjangkau pengikut dan keterlibatan secara keseluruhan itu rumit," kata Mosseri.
Meta tampaknya mulai mendengarkan masukan pengguna yang menginginkan kontrol lebih atas konten yang mereka lihat, sembari terus mengembangkan pendekatan untuk menjaga keterlibatan dan pertumbuhan pengguna di platformnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








