Nvidia Janji Seimbangkan Kepatuhan Hukum dan Kemajuan AI di Era Trump

AKURAT.CO CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa perusahaannya akan terus memajukan teknologi kecerdasan buatan (AI) sambil mematuhi hukum dan kebijakan yang berlaku, terutama di bawah pemerintahan Donald Trump yang akan datang.
"Apa pun yang terjadi, kami akan menyeimbangkan kepatuhan secara bersamaan dengan hukum dan kebijakan, terus memajukan teknologi kami, dan mendukung serta melayani pelanggan di seluruh dunia," ujarnya, dikutip dari Trtworld.com, Minggu (24/11/2024).
Dalam kesempatan di Hong Kong, Huang menyampaikan bahwa Nvidia berkomitmen untuk melanjutkan inovasi AI tanpa hambatan, meskipun ada ketegangan geopolitik, khususnya dengan China.
Nvidia, yang baru saja melaporkan rekor pendapatan kuartalan berkat permintaan chip AI yang meningkat, telah menjadi pemimpin global dalam teknologi semikonduktor.
Huang menekankan pentingnya penelitian terbuka dan kolaborasi internasional dalam pengembangan AI, serta memuji kontribusi China dalam riset AI yang mendorong kemajuan teknologi ini.
"AI tentu saja merupakan teknologi terpenting di zaman kita, dan berpotensi sepanjang masa," tambah Huang.
Meskipun menghadapi pembatasan penjualan chip AI canggih ke China oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), Huang percaya bahwa masa depan AI akan terus berkembang tanpa hambatan.
Nvidia, yang kini telah melampaui Apple sebagai perusahaan paling bernilai di dunia, terus mendapatkan investasi besar dari perusahaan global untuk mendukung kebutuhan komputasi AI mereka.
Huang juga menegaskan bahwa era AI telah dimulai dan potensi teknologi ini akan berlanjut sepanjang masa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









