Forbes Hentikan Penggunaan Penulis Lepas, Terkait Kebijakan Spam Google

AKURAT.CO Forbes telah memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan penulis lepas untuk beberapa jenis konten tertentu. Hal ini disebut-sebut sebagai respons terhadap pembaruan kebijakan Pencarian Google yang menargetkan praktik SEO 'parasit'.
Kebijakan terbaru Google melarang apa yang disebut penyalahgunaan reputasi situs, yakni taktik memanfaatkan peringkat situs utama untuk menerbitkan konten yang tidak relevan atau di luar merek.
Praktik ini kerap melibatkan pihak ketiga yang memproduksi konten spam demi keuntungan pencarian.
Forbes kini berhenti menggunakan pekerja lepas untuk bagian ulasan produknya, Forbes Vetted. Dalam catatan yang diperoleh, seorang editor Forbes menyebut kebijakan baru Google sebagai alasan utama penghentian ini.
Sebelumnya, Google memperketat aturan tentang SEO parasit pada November lalu, menyoroti bahaya konten pihak ketiga yang dianggap eksploitatif.
Baca Juga: Cara Blokir SMS Promosi dan Spam di iPhone untuk Kenyamanan Pengguna
"Evaluasi kami terhadap banyak kasus telah menunjukkan bahwa tidak ada jumlah keterlibatan pihak pertama yang mengubah sifat dasar pihak ketiga dari konten atau sifat yang tidak adil dan eksploitatif dalam mencoba mengambil keuntungan dari sinyal peringkat situs tuan rumah," tulis Google dalam sebuah posting blog, dikutip Rabu (18/12/2024).
Forbes, yang dikenal memiliki jaringan kontributor lepas yang luas, belum memberikan tanggapan resmi terkait langkah ini.
Banyak kontributor mereka adalah jurnalis profesional, tetapi jaringan tersebut juga mencakup pemasar, CEO dan ahli lainnya yang kadang menghasilkan konten dengan kualitas dipertanyakan.
Seorang penulis lepas yang bekerja untuk Forbes Vetted menyebut bahwa proses editorial mereka selama ini sangat ketat. Mereka menguji produk, melakukan wawancara dan melalui beberapa tahap pengeditan sebelum artikel diterbitkan.
Dikutip dari Theverge.com, dengan penghentian ini, beberapa cerita yang sudah diterbitkan mungkin akan ditulis ulang oleh staf internal.
Meski kebijakan tersebut tidak secara eksplisit melarang konten pekerja lepas, konten tersebut dianggap melanggar jika dibuat untuk memanfaatkan sinyal peringkat situs.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








