Pengguna Gmail Kecewa dengan Fitur Pencarian AI, Begini Cara Mengembalikannya ke Versi Lama

AKURAT.CO Google baru saja meluncurkan fitur pencarian berbasis AI di Gmail yang mengurutkan email berdasarkan relevansi, bukan lagi secara kronologis. Namun, banyak pengguna yang merasa fitur ini justru mengganggu.
Fitur pencarian cerdas ini kini tersedia untuk pengguna Android, iOS dan versi web. Dengan bantuan AI, Gmail akan menampilkan email yang dianggap paling relevan berdasarkan berbagai faktor seperti frekuensi klik, kebaruan dan interaksi dengan kontak tertentu.
Namun, perubahan ini menuai protes dari pengguna. Beberapa menyebut fitur ini tidak membantu dan justru membuat pencarian email menjadi lebih sulit.
"Ini menyebalkan. Sekarang ketika saya mencari email kerja terbaru, yang muncul justru pesan lama," keluh seorang pengguna di Reddit, dikutip dari TheSun, Sabtu (22/3/2025).
Bagi pengguna yang tidak nyaman dengan fitur ini, Gmail masih menyediakan opsi untuk mengembalikan tampilan pencarian ke urutan 'terbaru'.
Pengguna dapat beralih dari pencarian 'paling relevan' yang didukung AI ke pencarian berbasis kronologis seperti sebelumnya.
Selain perubahan di Gmail, Google juga mengumumkan akan mengganti Asisten Google dengan AI baru bernama Gemini. Keputusan ini berdampak pada berbagai perangkat Android, termasuk ponsel, tablet dan speaker pintar seperti Nest.
Akibatnya, beberapa fitur Asisten Google akan dihapus, seperti:
- Kemampuan berbagi dan mencari informasi tentang foto
- Pengaturan bingkai foto
- Terjemahan percakapan langsung
- Pengingat ulang tahun dalam Rutinitas
- Pengumuman Family Bell yang dijadwalkan
- Pembaruan harian dari Asisten
- Dukungan untuk aksesori mobil dengan Bluetooth atau AUX
Langkah ini kembali memicu kemarahan pengguna yang merasa Google sering menghapus fitur yang sebenarnya masih dibutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






