Google Cloud Luncurkan Program 'Indonesia BerdAIa' untuk Dorong Inovasi AI di Sektor Strategis

AKURAT.CO Google Cloud meluncurkan program 'Indonesia BerdAIa' di ajang Google Cloud Summit Jakarta 2025. Program ini bertujuan mendukung organisasi Indonesia dalam membangun dan menerapkan solusi AI yang relevan bagi sektor ekonomi utama.
Sebanyak 15 organisasi terkemuka telah bergabung dalam tahap awal program ini. Di antaranya adalah Bank BCA, BNI, BRI, BSI, DANA Indonesia, Fore Coffee, Indosat Ooredoo Hutchison, Kalbe Farma, MAXStream, Paragon, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Sarana AI, Universitas Brawijaya dan Vidio.
Menurut riset dari Public First, pemanfaatan AI secara efektif bisa menyumbang nilai ekonomi hingga Rp620 triliun bagi Indonesia pada tahun 2030. Namun, ada tiga hambatan utama, yaitu kualitas respons AI, keterbatasan data siap pakai dan minimnya talenta AI.
Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia, mengatakan bahwa Indonesia BerdAIa bertujuan menciptakan efek penggandaan berbasis AI. Program ini diharapkan memberi manfaat bagi industri utama, masyarakat dan ekonomi secara luas.
"Kami ingin mempercepat kemampuan organisasi dalam menerapkan solusi AI generatif (gen AI) dan AI agentic yang scalable," pungkas Fanly, dalam bincang media yang digelar di Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2025).
Program ini akan memberikan pelatihan, layanan AI dan dukungan pengelolaan data bagi organisasi peserta. Teknologi yang digunakan mencakup model terbaru Gemini 2.5 dan model media gen AI dari Google I/O 2025.
Setiap organisasi peserta akan didampingi dalam menyusun roadmap AI, prioritas kasus penggunaan, pengembangan solusi, serta pembentukan dewan tata kelola risiko AI.
Salah satu contoh implementasi datang dari Universitas Brawijaya (UB). UB telah mengadopsi Google Workspace for Education Plus dan mengintegrasikan solusi 'kampus AI' dari Sarana AI dalam platform pembelajaran daring Brone.
Solusi ini mencakup agen 'Dosen AI' yang membantu dosen dalam proses pengajaran. Selain itu, ada 'Mahasiswa AI' yang dirancang untuk mendukung persiapan karier mahasiswa.
"Kami memutuskan untuk memanfaatkan solusi AI Google Cloud karena sangat aman dan dapat dioperasikan bersama sistem yang sudah ada," kata Prof. Widodo, selaku Rektor Universitas Brawijaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







