Wilayah Udara Israel hingga Iran Kosong Imbas Perang, Maskapai Alihkan Penerbangan

AKURAT.CO Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Jumat (13/6/2025). Negeri Zionis menargetkan fasilitas nuklir, pabrik rudal balistik, dan komandan militer.
Iran merespon dengan meluncurkan 100 drone menuju wilayah Israel sebagai balasan. Namun media Israel melaporkan perintah kepada warga untuk tetap berada di dekat area terlindungi telah dicabut, yang menunjukkan sebagian besar atau seluruh drone telah dinetralisir.
Wilayah Udara Kosong, Penerbangan Dibatalkan
Data platform Flightradar24 menunjukkan, maskapai penerbangan meninggalkan wilayah udara di atas Israel, Iran, Irak, dan Yordania setelah serangan Israel dengan penerbangan dialihkan atau dibatalkan, mengutip Reuters.
Maskapai Israel El Al, Israir, dan Arkia memindahkan pesawatnya dari Israel dan Bandara Ben Gurion di Tel Aviv ditutup. Emirates yang berbasis di Dubai membatalkan penerbangan ke dan dari Irak, Yordania, Lebanon, dan Iran karena Iran menutup ruang udaranya.
Juru bicara militer Iran mengatakan Israel dan sekutu utamanya AS akan membayar "harga mahal" atas serangan tersebut dan menuduh Washington mendukung operasi itu. Media pemerintah Iran melaporkan enam ilmuwan nuklir tewas.
Sekitar 200 jet tempur Israel terlibat dalam serangan, mengenai lebih dari 100 target di Iran. Juru bicara militer Israel Brigadir Jenderal Effie Defrin mengatakan dalam pengarahan daring bahwa kepala staf Angkatan Bersenjata Iran, komandan Garda Revolusi, dan komandan Komando Darurat Iran semuanya tewas dalam serangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









