Kasus Tambang Papua Jadi Sorotan, Pemerintah Akui Sulit Bedakan Gambar AI dan Asli

AKURAT.CO Penyebaran gambar buatan Artificial Intelligence (AI) yang sulit dibedakan dari gambar asli kian menarik perhatian publik. Salah satunya adalah kasus gambar tambang Papua yang ternyata hasil rekayasa AI.
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga & Kehumasan dan Plt. Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Marroli J. Indarto, mengakui bahwa membedakan gambar asli dan gambar AI bukan hal yang mudah.
"Kalau kita membedakan secara (AI) ini harus diakui memang susah. Memang harus lebih mendalam secara teknikal," ujar Marroli kepada wartawan di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2025).
Ia menyebut bahwa secara teknikal memang ada metode tertentu untuk mendeteksi keaslian gambar, seperti pemeriksaan tonal atau metadata. Namun, tetap saja bagi masyarakat awam, hal ini cukup membingungkan.
Menjawab pertanyaan mengenai perlunya regulasi khusus, Marroli mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan kebijakan strategis. Salah satunya adalah peluncuran roadmap pengaturan AI oleh Komdigi.
"Statement dari Bu Menteri akan menyiapkan roadmap tentang AI. Kalau nggak salah, bulan Juli akan diluncurkan di Indonesia," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








