Bos OpenAI Tuduh Meta Imingi Bonus Fantastis Rp1,6 Triliun Demi Bajak Karyawannya

AKURAT.CO CEO OpenAI, Sam Altman, menuduh Meta mencoba membajak tim ahli AI miliknya. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut menawarkan bonus penandatanganan kontrak senilai $100 juta (sekitar Rp1,6 triliun).
"Ini gila. Saya sangat senang bahwa, setidaknya sejauh ini, tidak ada orang terbaik kami yang memutuskan untuk menerima mereka dalam hal itu," ujar Altman kepada podcast Uncapped, dikutip Minggu (22/6/2025).
Altman menyampaikan kekhawatiran atas tawaran besar dari Meta kepada tim OpenAI. Meski belum ada konfirmasi resmi dari Meta, Altman mengaku bersyukur karena sejauh ini belum ada anggota tim terbaiknya yang tergoda.
Altman juga menyoroti bahwa strategi Meta yang terlalu fokus pada gaji besar berisiko merusak budaya kerja. Menurutnya, pendekatan seperti itu mengabaikan pentingnya misi dan nilai perusahaan.
Baca Juga: Samsung Siap Luncurkan Headset XR Perdana Oktober 2025, Saingi Apple dan Meta
Pekan lalu, Meta mengumumkan investasi besar senilai $15 miliar (sekitar Rp245 triliun) untuk pengembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut. Investasi tersebut termasuk pembelian saham besar di perusahaan AI bernama Scale AI.
Dikutip dari The Guardian, perebutan talenta AI kini semakin sengit di Silicon Valley. Meski menawarkan gaji hingga $2 juta (sekitar Rp32 miliar) per tahun, Meta disebut tetap kalah bersaing dalam merekrut kandidat unggulan.
Selain itu, perusahaan seperti Anthropic juga dilaporkan sukses merekrut banyak insinyur berbakat. Mereka berasal dari dua pesaing utama di bidang AI, yaitu OpenAI dan DeepMind.
Altman meragukan kemampuan Meta dalam menghadirkan inovasi di bidang AI. Ia membandingkan situasi ini dengan upaya Google yang dulu gagal menyaingi Facebook pada masa awal.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun AI supercanggih dapat tercapai, tidak ada jaminan teknologi tersebut akan memberikan dampak besar. Menurutnya, kehidupan manusia bisa saja tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan.
Namun, Altman optimistis bahwa dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, AI memiliki potensi besar untuk menemukan ilmu pengetahuan baru yang menurutnya akan menjadi pencapaian paling signifikan dalam sejarah pengembangan AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









