27 Rudal Iran Targetkan Lokasi Strategis Israel, Bandara Ben Gurion Jadi Sasaran

AKURAT.CO Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran dan Israel saling menembakkan rudal usai Amerika Serikat (AS) membombardir fasilitas nuklir Iran. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya konflik besar di kawasan.
Pada Minggu (22/6/2025), Iran luncurkan dua gelombang rudal berisi total 27 peluru kendali ke sejumlah lokasi strategis di Israel. Target serangan mencakup Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, pusat komando dan fasilitas penelitian.
Serangan ini memicu sirene udara di Tel Aviv, Yerusalem dan Haifa, membuat warga bergegas ke tempat perlindungan. Sedikitnya 20 orang dilaporkan terluka akibat serangan ini.
Dikutip dari AL JAZEERA, rudal Iran turut menghantam wilayah Dataran Tinggi Golan hingga Galilea Atas. Sedikitnya 10 lokasi berbeda terkena dampak serangan tersebut.
"Ini tentu saja pertama kalinya kami melihat dua tendangan voli datang dalam suksesi yang begitu dekat. Biasanya, ada jam antara setiap tembakan rudal. Kali ini, kurang dari setengah jam," ujar Nour Odeh dari Al Jazeera.
Di beberapa kota seperti Tel Aviv dan Haifa, kerusakan parah terlihat, termasuk bangunan yang hancur dan kendaraan yang rusak. Tim penyelamat tampak berjibaku mengevakuasi korban dari reruntuhan.
Militer Israel membalas dengan menyerang sasaran militer di wilayah barat Iran. Serangan itu diklaim berhasil menghancurkan peluncur rudal dan menewaskan sejumlah pasukan Iran.
Israel tengah menyelidiki alasan sirene peringatan tidak berbunyi di Haifa saat serangan berlangsung. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran soal kesiapan sistem peringatan dini.
Aksi saling serang ini dipicu oleh serangan AS ke tiga fasilitas nuklir Iran di Natanz, Isfahan dan Fordow. Presiden Donald Trump menyatakan serangan itu telah menghancurkan target dan memperingatkan akan ada serangan lanjutan jika Iran tak menunjukkan itikad damai.
"Jika perdamaian tidak datang dengan cepat, kami akan mengejar target lain dengan presisi, kecepatan, dan keterampilan," katanya.
Iran mengecam keras serangan AS, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS dan Israel sengaja memicu perang dan mengabaikan prinsip diplomasi.
Di tengah memanasnya situasi, Israel mengumumkan akan membuka kembali wilayah udaranya mulai Minggu pukul 11:00 GMT. Upaya ini diambil untuk mendukung proses pemulangan warganya dari luar negeri.
Bandara Ben Gurion dibuka terbatas untuk memulangkan ribuan warga melalui 'Operasi Safe Return'. Namun, sebagian besar maskapai internasional masih menghindari wilayah udara Timur Tengah karena situasi yang belum stabil.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan eskalasi serius di kawasan. Jika tidak segera diredam lewat jalur diplomasi, konflik berisiko meluas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









