Elon Musk Luncurkan 'Partai Amerika', Alternatif Pro-Teknologi untuk Sistem Politik AS

AKURAT.CO Elon Musk mengumumkan pembentukan 'Partai Amerika' pada 5 Juli 2025 lewat akun X miliknya. Partai ini menjadi alternatif dari sistem dua partai Amerika Serikat yang disebutnya sebagai 'uniparty'.
"Hari ini, Partai Amerika dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda," tulis Musk dalam postingan di X, dikutip Rabu (9/7/2025).
Musk menyebut strategi partainya meniru taktik militer Epaminondas yang mengalahkan Sparta dengan kekuatan terfokus di titik penting. Tujuannya adalah mengembalikan kebebasan rakyat Amerika.
Upaya ini diambil setelah hubungan Musk dan mantan Presiden Trump memburuk. Ia mengecam UU setebal 900 halaman yang memangkas anggaran Medicaid dan menggelontorkan dana besar untuk keamanan perbatasan.
Menanggapi kritik tersebut, Trump mengancam akan memotong subsidi mobil listrik dan mengaudit pengeluaran SpaceX. Ia bahkan menyindir Musk agar kembali ke Afrika Selatan.
Musk mengatakan kebijakan fiskal yang berisiko sebagai alasan utamanya meninggalkan Partai Republik. Ia menyoroti defisit yang naik dari $2 triliun (sekitar Rp32 triliun) di era Biden menjadi $2,5 triliun (sekitar Rp40 triliun) dalam rancangan terbaru.
Meski tak bisa maju sebagai Presiden karena bukan warga negara kelahiran AS, Musk tetap memaparkan misi utama Partai Amerika. Fokusnya meliputi pengurangan utang, modernisasi militer dengan AI, reformasi energi dan peningkatan populasi.
Tokoh publik seperti Anthony Scaramucci dan Mark Cuban mendukung gagasan Musk. Mereka bahkan menyarankan ia bekerja sama dengan organisasi pemilu agar partainya masuk dalam surat suara.
Sementara itu, beberapa investor Tesla mulai khawatir dengan ambisi politik Musk. CEO Azoria, James Fishback, mengaku menunda investasi di ETF Tesla hingga dewan direksi memberi kejelasan soal arah politik Musk.
Langkah politik ini menarik perhatian di tengah turunnya penjualan Tesla. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Musk membagi fokus antara bisnis dan politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









