Samsung Ungguli iPhone dalam Tes Daya Tahan Baterai Versi Uni Eropa

AKURAT.CO Samsung menunjukkan keunggulan dalam daya tahan baterai berdasarkan sistem label energi baru dari Uni Eropa. Sistem ini dikenal sebagai EPREL dan mulai diberlakukan pada 20 Juni 2025.
Melalui kebijakan ini, semua produsen ponsel pintar yang menjual produknya di Eropa wajib mencantumkan label energi. Salah satu indikator utama dalam label tersebut adalah jumlah siklus pengisian daya baterai.
Siklus pengisian menunjukkan seberapa banyak baterai bisa diisi ulang hingga kapasitasnya turun menjadi 80 persen. Angka ini kemudian dibulatkan ke ratusan terdekat, seperti 800, 1.000 atau 1.400.
Semakin tinggi jumlah siklus pengisian, semakin baik daya tahan baterai perangkat tersebut. Hal ini menjadi indikator penting bagi konsumen dalam mempertimbangkan ketahanan baterai jangka panjang.
Dikutip dari Nextpit, Minggu (13/7/2025), dalam daftar perangkat yang diuji, Samsung mencatat hasil paling tinggi di antara merek lain. Beberapa model seperti Galaxy S25, S24, A56 dan Tab S10 mampu mencapai hingga 1.400 siklus.
Sebaliknya, iPhone 16 Pro, Google Pixel 9, OnePlus 13 dan Motorola Razr 2025 hanya mencatat sekitar 1.000 siklus. Perbedaan ini menunjukkan bahwa baterai Samsung lebih unggul dalam mempertahankan performa seiring waktu.
Meski tidak berarti baterai Samsung bertahan dua kali lebih lama, hasil ini menunjukkan kualitas sel yang lebih awet. Ini penting karena banyak pengguna kini memakai ponsel lebih lama sebelum menggantinya.
Meski demikian, standar EPREL tidak lepas dari kritik. Apple mempertanyakan metode pengujian yang digunakan dan menyoroti bahwa sebagian besar iPhone hanya mendapat peringkat efisiensi energi B.
Apple juga menilai bahwa perusahaan penguji, SmartViser asal Prancis, menggunakan ukuran sampel yang lebih kecil dibanding standar internal Apple. Mereka menganggap hal ini bisa memengaruhi keakuratan hasil pengujian.
Meskipun ada keberatan, Uni Eropa tetap berkomitmen menerapkan standar ini secara menyeluruh. Tujuannya adalah menciptakan transparansi bagi konsumen dan meningkatkan kualitas baterai smartphone di pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








