Nvidia Kembali Jual Chip AI H20 ke China, Langkah Strategis di Tengah Ketegangan Teknologi

AKURAT.CO Nvidia mengumumkan rencana untuk melanjutkan pengiriman chip AI H20 ke China setelah mendapatkan jaminan dari pemerintah AS bahwa lisensi ekspor akan disetujui. Keputusan ini menandai perubahan kebijakan dari pembatasan sebelumnya yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, yang mengharuskan lisensi khusus untuk ekspor chip, yang dapat mempengaruhi pendapatan Nvidia secara signifikan.
Chip H20 merupakan produk khusus pasar China, dirancang untuk mematuhi kontrol ekspor era Biden, dan kini siap kembali diekspor setelah jaminan lisensi diberikan. Langkah ini mencerminkan perubahan sikap AS terhadap ekspor teknologi ke China, yang sebelumnya sangat dibatasi.
Dengan meningkatnya permintaan global untuk teknologi AI, Nvidia berusaha memanfaatkan peluang pasar di China, yang merupakan salah satu pasar terbesar untuk teknologi AI. Keputusan ini juga menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar seperti Nvidia dapat beradaptasi dengan perubahan kebijakan pemerintah untuk mempertahankan posisi mereka di pasar global.
Saham Nvidia naik sekitar 4,9% dalam perdagangan pra-pasar, sementara bursa Asia seperti Hang Seng Tech Index juga meningkat signifikan. Analisis sebelumnya mengkritik larangan ekspor, mencatat bahwa H20 memiliki performa terbatas dan menyarankan bahwa kebijakan tersebut tanpa sengaja mendorong pesaing China seperti Huawei.
Meskipun ketergantungan perusahaan China terhadap Nvidia berkurang, penjualan chip kembali dapat mengembalikan posisi perusahaan di pasar AI China, mengutip Business Insider. CEO Nvidia, Jensen Huang, menekankan bahwa kepemimpinan AS dalam kecerdasan buatan (AI) bergantung pada memenangkan pengembang global, terutama di China, yang menyumbang 50% dari pengembang AI dunia.
Berbicara dalam "Memos to the President," Huang berpendapat bahwa dominasi dalam AI tidak hanya ditentukan oleh perangkat keras atau regulasi, tetapi dengan menarik pengembang dari wilayah seperti Afrika, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Timur Tengah. Dia menganjurkan agar "tumpukan teknologi Amerika" menjadi standar global seperti dolar AS, mendesak Washington untuk memprioritaskan ekspansi pengaruh teknologi daripada membatasi akses.
Keputusan ini juga mencerminkan perubahan dalam pendekatan AS terhadap teknologi dan perdagangan internasional. Dengan meningkatnya persaingan global dalam bidang teknologi, terutama AI, negara-negara besar seperti AS dan China berusaha untuk mempertahankan dan memperluas pengaruh mereka di pasar global.
Keputusan Nvidia untuk kembali menjual chip H20 ke China dapat menjadi contoh bagaimana perusahaan teknologi besar menavigasi tantangan dan peluang dalam lingkungan geopolitik yang kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








