Dinilai Terlalu Liberal, Trump Siapkan Aturan Baru untuk AI

AKURAT.CO Pemerintahan Donald Trump tengah menyiapkan kebijakan baru untuk membatasi pengaruh nilai liberal dalam teknologi kecerdasan buatan (AI).
Rencana Aksi AI ini akan diserahkan ke Presiden sebelum akhir bulan.
Kebijakan ini berasal dari perintah eksekutif yang dikeluarkan pada Januari 2025 yang menegaskan AI harus bebas dari bias ideologis dan agenda sosial. Trump menekankan pentingnya AI yang netral secara politik.
Komite Kehakiman DPR AS juga telah memulai penyelidikan terhadap perusahaan teknologi besar. Mereka menyelidiki apakah perusahaan-perusahaan ini mendorong prinsip keadilan sosial dalam pengembangan AI.
Dikutip dari Wall Street Journal, Sabtu (19/7/2025), pemerintah akan mengatur agar kontrak federal hanya untuk perusahaan yang mengembangkan AI netral. Upaya ini ditujukan untuk mencegah penggunaan AI yang dianggap terlalu liberal.
Selain itu, Axios melaporkan pemerintahan Trump akan mengeluarkan kebijakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur AI. Pemerintah juga akan mendorong ekspor teknologi AI AS guna memperkuat posisi global.
Kebijakan ini terinspirasi dari perintah eksekutif Trump di masa jabatan pertamanya yang menentang sensor di internet. Saat itu, Trump menegaskan bahwa kebebasan berbicara adalah fondasi demokrasi Amerika.
Pemerintah menuding platform teknologi besar telah melakukan sensor selektif. Tindakan tersebut dianggap merusak kebebasan berekspresi dan kualitas diskusi publik di Amerika.
Namun, upaya mendefinisikan AI yang netral secara politik bukanlah hal mudah. Beberapa eksperimen sebelumnya justru menimbulkan kontroversi baru.
Contohnya, upaya Google dalam menghapus bias dari AI generatif berujung pada kesalahan fatal. Sistem AI mereka, Gemini, malah menampilkan gambar-gambar tak pantas seperti Nazi dalam konteks yang salah.
Kasus lain yang terjadi pada Grok, chatbot xAI, sempat membuat komentar antisemit dan menyebut dirinya 'MechaHitler'. Perusahaan menjelaskan hal ini dipicu oleh pengaturan baru yang membuat AI meniru pernyataan ekstrem dari pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








