Hadiah Neil Armstrong Diresmikan untuk Dorong Inovasi Teknologi Luar Angkasa

AKURAT.CO Universitas Purdue meresmikan Hadiah Luar Angkasa Neil Armstrong, sebuah penghargaan baru yang fokus pada inovasi teknologi luar angkasa.
Pengumuman ini dilakukan pada 20 Juli 2025, bertepatan dengan peringatan 56 tahun pendaratan Apollo 11.
Penghargaan ini ditujukan untuk menghargai terobosan teknologi yang berdampak besar dalam eksplorasi luar angkasa dan kehidupan di Bumi. Purdue ingin menjadikan penghargaan ini setara dengan Hadiah Nobel, khusus untuk bidang antariksa.
Ada tiga kategori utama dalam Hadiah Armstrong, termasuk teknologi yang meningkatkan kehidupan manusia. Kategori lainnya mencakup penemuan ilmiah dan pencapaian eksplorasi yang mendorong kemajuan teknologi luar angkasa.
Presiden Universitas Purdue, Mung Chiang, mengatakan bahwa ini adalah momen penting untuk mendorong inovasi global. Ia menyebut penghargaan ini sebagai langkah besar menuju lompatan teknologi masa depan.
"Kami mengungkap penciptaan hadiah tingkat Nobel untuk ruang angkasa pada saat transformasional untuk lompatan raksasa berikutnya di luar angkasa," ujarnya, dikutip dari Space, Kamis (24/7/2025).
Pengembangan teknologi menjadi inti dari penghargaan ini, terutama karena semakin terbukanya akses terhadap ruang angkasa. Purdue melihat potensi besar dalam kolaborasi antara akademisi, ilmuwan dan sektor swasta.
Komite seleksi terdiri dari tokoh-tokoh penting dunia teknologi luar angkasa. Mereka berasal dari NASA, SpaceX, Blue Origin dan kalangan akademik.
Panel seleksi dipimpin oleh Dan Dumbacher, profesor teknik dari Purdue. Keputusan mereka akan menentukan siapa yang paling layak mendapat penghargaan berdasarkan kontribusi teknologinya.
Pendaftaran nominasi dibuka mulai Agustus hingga 1 November 2025. Penghargaan perdana dijadwalkan diberikan pada tahun 2026.
Penghargaan ini juga menegaskan posisi Purdue sebagai pusat inovasi teknologi antariksa. Dengan 28 astronot lulusan universitas ini, Purdue memiliki rekam jejak yang kuat dalam bidang teknik dirgantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







