Minnesota Jadi Negara Bagian Terbaru yang Gugat TikTok

AKURAT.CO Minnesota resmi mengajukan gugatan terhadap TikTok dengan alasan aplikasi tersebut membuat anak-anak kecanduan. Gugatan ini menambah panjang daftar 13 negara bagian dan Distrik Columbia yang lebih dulu melakukan langkah serupa.
Jaksa Agung Minnesota, Keith Ellison, melayangkan gugatan pada 19 Agustus lalu. Ia menilai TikTok menciptakan 'ketergantungan kebiasaan' yang merugikan perkembangan anak dan remaja.
Dalam dokumen gugatan, TikTok dibandingkan dengan mesin slot karena sifatnya yang adiktif. Aplikasi ini disebut dapat memicu kecemasan, depresi, hingga gangguan perkembangan otak pada remaja.
Pengguna muda berusia 13 hingga 17 tahun dinilai rentan terisolasi dari lingkungan sosial akibat penggunaan TikTok. Mereka juga cenderung sering membandingkan diri dengan orang lain yang bisa menurunkan rasa percaya diri.
Pengaduan itu menyoroti dampak penggunaan berlebihan yang bisa mengubah struktur otak anak, terutama bagian amigdala dan korteks prefrontal. Kedua bagian otak ini penting dalam pembelajaran, perilaku emosional dan pengaturan emosi.
Dikutip dari USA Today, Jumat (22/8/2025), sebuah studi Universitas Minnesota pada 2023 menyebut algoritma TikTok sebagai 'kereta tanpa kendali'. Studi itu menegaskan pengguna sulit berhenti meski sadar aplikasi berdampak negatif.
Data pengaduan menunjukkan hampir 70 juta remaja Amerika aktif di TikTok. Dari jumlah itu, sekitar 30 juta menggunakan aplikasi lebih dari dua jam per hari, bahkan 17 juta di antaranya mencapai lebih dari tiga jam.
Selain masalah kesehatan mental, gugatan juga menyoroti risiko finansial dan seksual melalui fitur TikTok LIVE. Anak-anak dinilai bisa dengan mudah melewati batasan usia dan terekspos pada eksploitasi.
TikTok membantah tuduhan ini dengan menyebut gugatan 'menyesatkan dan tidak akurat'. Perusahaan mengklaim sudah menghadirkan lebih dari 50 fitur keamanan serta opsi Family Pairing untuk mendukung orang tua.
Masa depan TikTok di Amerika Serikat kini semakin tidak pasti. Jika ByteDance gagal menjual aset TikTok di Amerika sebelum 17 September 2025, aplikasi ini berisiko dilarang secara permanen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




